Bandung, Medianasional.id – Moncernya karir Diah Restu Susanti yang sekarang menjabat Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK ) dan Bina Paudni Dikdas pada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat mendapat sorotan dari Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Trinusa (Triga Nusantara) DPD Jawa Barat Ait Maman Sumarna.
Ait menilai Diah belum layak untuk mengemban tugas menjadi Kepala Bidang (Kabid), terlebih bidang yang Diah pimpin sangat strategis atau urat nadi Pendidikan Jawa barat.
Adapun tupoksi bidang ini adalah pengembangan dan asesmen guru, pendidik penetapan standar mutu tenaga kependidikan, peningkatan kualifikasi dan kompetensi, penyusunan norma, pembinaan guru, selain itu juga memberikan bimbingan teknis dan supervisi dan lain lain.
Diungkapkan Ait, “Diah dikenal anti kritik terhadap kegiatan yang dikelolanya. Dan pelik memberikan informasi. Padahal keterbukaan informasi sesuai dengan Undang Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) No 14 tahun 2008 dan UU Pelayanan Publik No 25 tahun 2009 dan amanah jabatan yang diberikan kepadanya. Bila ini tidak dijalankan, maka sebaiknya Pj Guburnur Jabar meninjau ulang jabatan Diah,” tegas Ait kepada media ini, Rabu (11/9).
Lanjut Ait, “Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Pemerintah Provinsi (Pemrov) Jabar lebih menekankan kepada pejabat publik untuk memberikan pelayanan prima kepada publik. Trinusa memperoleh informasi dan keluhan dari tamu yang akan berkoordinasi dan konsultasi selalu kecewa. Soalnya Diah sangat jarang berada di kantor. Apakah kesibukan Diah memang seabrek hingga sulit sekali ditemui,” tanya Ait.
Begitu pula, lanjut Ait, “wartawan juga kesulitan memperoleh klarifikasi terkait temuan atau informasi. Diah tipikal pejabat yang alergi menerima kritikan,” pungkasnya.
Guna mendapatkan informasi yang berimbang terkait Revans setiap kegiatan yang diduga mencapai ratusan juta rupiah Medianasional.id pada Senin (9/9/2024), mendatangi ruangan Kabid PTK, namun lagi -lagi Diah tidak berada di tempat.
Sementara Ahmad Sundoro staf PTK yang dipercaya mengelola kegiatan memilih ke dalam ruangan dan enggan memberikan keterangan.
Menurut security, Ahmad Sundoro tidak bersedia menemui Tim Forum Media karena ini menyangkut Kabid jadi yang berwenang menjelaskan adalah Kabid.






