
Kajen – medianasional.di
Pilkades (pemilihan kepala desa) adalah sebuah proses panjang dalam mencari pemimpin terbaik dari yang terbaik, untuk menentukan nasib desa 6 tahun mendatang. Dari 210 desa yang ikut serta dalam pilkades serentak di wilayah kabupaten Pekalongan adalah desa Doro, kec.Doro, Kab. Pekalongan. Jum’at (11/10/19)
Salah satunya calon kepala desa nomor urut 2 Rukhaya (34) tahun menuturkan kepada awak media realitanews, bahwa ia maju di pilkades Doro tahun ini untuk melanjutkan kembali pembangunan infrastruktur yang kemarin belum sempat terrealisasi, dan juga kami –
kedepannya manakala terpilih kembali akan melaksanakan program PTSL / pembuatan sertifikat masal, program air bersih, program kesehatan antara lain dukungan pencegahan setating, program RTLH jamban sehat, dan juga pemberdayaan dibidang kepemudaan dan kegiatan kesenian yang ada di desa Doro melalui group / kelompok yang ada di desa Doro,”kata Rukhaya menjelaskan kepada awak media dikediamannya. Sabtu (12/10/19).
Lanjutnya, dia mengatakan terkait infrastruktur saat ini pelaksanaanya sudah hampir 100%, adapun yang akan kami laksanakan kedepannya adalah perawatan dan pemeliharaan, serta rehab drenasi. Ditambahkan, terkait pelayanan, kami akan memaksimalkan pelayanan prima yang terbaik,”ucap Rukhaya petahana.
Dengan visi mewujudkan desa Doro beragama, maju, jaya dan sejehtera. Karena di Doro walaupun minoritas kecil sekali diluar agama islam namun bisa berdampingan dengan baik, dan budayapun demikian karena rasnya berbeda – beda / hedrogen jadi perlu kami bangun sinergitas kebersamaan. “Adapun terkait peningkatan kesejahteraan masyarakat, kami akan mengupayakan sekuat tenaga agar kesejahteraan masyarakat akan lebih baik dari tahun sebelumnya,” tutur Rukhaya.
Lanjutnya, sebelum menduduki jabatan kepala desa Doro periode tahun 2013 – 2019, dan masuk di putaran periode kedua pilkades tahun 2019 ini ia maju kembali untuk mencalonkan diri sebagai kepala desa periode tahun 2019 – 2025. Sebelumnya dia berkarir dibidang pendidikan dengan sesuai dengan pendidikan terakhirnya Sarjana Pendidikan menjadi guru TK/Paud kurang lebih 5 tahunan, terang Rukhaya.
“Adapun terkait pelaksanaan pilkades Doro, kami selalu menyampaikan kepada para pendukung / simpatisan agar saling menjaga, menghargai dan menghormati perbedaan pendapat maupun pilihan karena ini adalah proses demokrasi, sehingga dibutuhkan kedewasaan berpikir, kelegowoan (ikhlas), serta senantiasa bisa mengendalikan emosi sehingga tidak mudah terprovokasi. Agar tidak terjadi perselisihan antara pendukung saya dengan lawan saya. Dengan demikian pelaksanaan pilkades Doro dapat berjalan sejuk, lancar, aman, kondusif dan bermartabat,” tandas Ruhkaya. (Sofyan Ari).



