Roedigjo Bismillah Mengabdi Membangun Doro Yang Lebih Baik, Terbuka dan Merakyat

Pekalongan213 Dilihat

Kajen – medianasional.id
Deklarasi pildes serentak yang diikuti 210 desa yang akan diselenggarakan puncaknya pada tanggal 13 Nopember di masing – masing balai desa, menuju pemilihan kepala desa berkualitas, bermartabat dan Non Traksaksional, sebagaimana himbauan Bupati Pekalongan. Pilkades adalah sebuah proses panjang dalam mencari pemimpin terbaik dari yang terbaik, untuk menentukan nasib desa 6 tahun mendatang. Jum’at (11/10/19)
Dari 210 desa yang ikut serta dalam pilkades serentak di wilayah kabupaten Pekalongan adalah desa Doro, kec.Doro, Kab. Pekalongan. Salah satunya calon kepala desa nomor urut 1 Roedigjo (58) tahun menuturkan kepada awak media realitanews, bahwa ia maju di pilkades Doro tahun ini berkat dukungan para ulama dan tokoh masyarakat yang menghendaki perubahan kearah perbaikan. Baik segi pelayan maupun infrastruktur,”ucap Roedigjo disaat memberikan keterangan kepada awak media nasional.
Tentunya tujuan utamanya maju ialah untuk mengabdikan diri kepada masyarakat desa Doro seutuhnya, baik sumbangsi pikiran dan tenaga demi terwujudnya transparansi pemerintahan yang melayani dengan tulus, tanggap cepat dan kooperatif. Jangan sampai terjadi kelalaian pekerjaan, masuk kerja tidak sesuai jam kantor, dan juga pemungutan apapun biaya terkait pelayanan, hal itu akan saya benahi secara maksimal. Sehingga tata kelola pemerintahan dapat berjalan dengan transparan, dan akuntabel. Dan pada akhirnya keluhan demikian tidak akan muncul kembali ditengah – tengah masyarakat seputar pelayan,” ujar Roedigjo.
Doro sebagai kota translitnya menuju Petung Kriyono dan juga ibu kota kecamatan, tentu perlu pembenahan didalam birokrasinya termasuk sumber daya manusia, termasuk mentalitasnya perangkatnya sendiri biar pemerintahan berjalan dengan sebaik mungkin. Yang terutama manakala menjadi kepala desa maka saya akan merubah data penerima raskin, karena yang sampai sekarang masih menggunakan data lama, seharusnya ada perubahan terbaru. Padahal ekonomi warga setiap tahunnya tidak menentu, hal ini juga yang menjadi prioritas 100 hari kerja kami tentang penerimaan raskin. Dan juga banyak beberapa bantuan yang kurang tepat sasaran semua itu satu paket yang akan saya benahi dengan pembaharuan data,”tegas Rudigjo.
Lanjutnya, Rudigjo yang kini memiliki usaha bengkel las, berkat kegigihan dan kerja keras, sebelum usaha bengkel ia berkarir sebagai pendidik / guru namun karena menunggu pengakatan pns (pegawai negeri sipil) dirasa cukup lama, akhirnya berfikir bagaimana mencari pekerjaaan atau usaha yang kiranya dalam pemasukan sepadan dengan kawan – kawan pegawai,” tutur alumni SPG tahun 1987 kepada wartawan. (Sofyan Ari).

Posting Terkait

ADVERTISEMENT
Konten berikut adalah iklan platform MGID, medianasional.id tidak terkait dengan isi konten.

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses