Sasar Wajib Belajar 13 Tahun, Pemkot Pekalongan Gandeng Posyandu Guna Sisir Anak Usia Dini yang Belum Sekolah

Pekalongan188 Dilihat

KOTA PEKALONGAN, medianasional.Id.
Skema besar peningkatan mutu dan pemerataan akses Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) resmi digodok melalui agenda Focus Group Discussion (FGD) penyusunan Mini Grand Design PAUD Kota Pekalongan Tahun 2026. Pertemuan strategis yang dihadiri lintas sektor ini digelar di Aula Gedung PGRI Kota Pekalongan pada Selasa (13/10/2026).

Bunda PAUD Kota Pekalongan, Hj. Inggit Soraya, mengungkapkan bahwa meski peta capaian PAUD menunjukkan tren positif, pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah besar untuk merangkul anak-anak usia dini yang saat ini sama sekali belum tersentuh bangku sekolah.

“Harapannya, melalui forum ini kita bisa melahirkan formula strategi yang tepat agar anak-anak yang belum masuk PAUD dapat terakomodasi. Langkah konkretnya, kami menggandeng Posyandu lewat program penjaringan PAUD demi menyukseskan gerakan Wajib Belajar 13 Tahun,” tegas Inggit.

Guna menguraikan peta rencana yang tertuang dalam Mini Grand Design tersebut, Pemerintah Kota Pekalongan memfokuskan aksi nyata pada tiga pilar utama berikut:

Pilar Kebijakan Uraian Rencana Kerja Pemkot Pekalongan Penjaringan & Validasi Data

Memaksimalkan peran kader Posyandu untuk mendeteksi anak usia dini di lingkungan terkecil agar segera mendapatkan layanan pendidikan formal/non-formal.

Ekspansi Infrastruktur Negeri

Mempersiapkan proses survei lahan baru demi menjemput peluang bantuan dari kementerian. Kebijakan ini ditargetkan untuk menghadirkan institusi PAUD negeri di Kecamatan Pekalongan Selatan yang hingga saat ini belum memilikinya.

Peningkatan Kualifikasi SDM Mendorong para pendidik untuk meraih gelar Sarjana (S1) linier PAUD. Dinas Pendidikan telah mengunci alokasi anggaran beasiswa senilai ±Rp50 juta sebagai stimulus stimulan.

Melalui instrumen Mini Grand Design PAUD 2026 ini, arah kebijakan dan peta jalan tata kelola PAUD di Kota Pekalongan selama tiga tahun ke depan dipastikan akan berjalan lebih terarah dan terukur.

Kombinasi perluasan daya tampung wilayah, penguatan fasilitas fisik, serta jaminan kompetensi guru diharapkan mampu menjadi pondasi utama tumbuh kembang anak sejak usia dini.

Posting Terkait

ADVERTISEMENT
Konten berikut adalah iklan platform MGID, medianasional.id tidak terkait dengan isi konten.

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses