Road to JIKF 2026 Hari Kedua, Train Naga Anak dan Dewasa Pukau 15 Ribu Pengunjung di Banaran

DI.Yogyakarta1491 Dilihat

Kulon Progo,-medianasional.id- Atraksi layang-layang train naga mewarnai langit persawahan Banaran, Galur, Kulon Progo, pada hari kedua Road to Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026, Minggu (5/7/2026). Ribuan pengunjung memadati lokasi untuk menyaksikan perlombaan yang diikuti pelayang anak hingga dewasa dari berbagai daerah.

Setelah sehari sebelumnya mempertandingkan kategori layang-layang tradisional dan kreasi, hari kedua menghadirkan kategori train naga anak dan train naga dewasa. Tercatat sebanyak 19 klub bertanding pada kategori dewasa dan 7 klub pada kategori anak untuk memperebutkan Golden Ticket menuju Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 di Pantai Parangkusumo pada 11–12 Juli 2026.

Ketua Panitia JIKF 2026, Anang Sarjiyanto, mengatakan kategori train naga mendapat sambutan luar biasa dan menjadi salah satu harapan dalam regenerasi pelayang di Indonesia.

“Antusiasmenya sangat tinggi. Kami optimistis ke depan train naga bisa menjadi event tersendiri. Bahkan peserta internasional sangat tertarik karena layangan seperti ini tidak ada di negara mereka,” kata Anang.

Sekitar 15.000 pengunjung hadir menikmati atraksi train naga yang meliuk mengikuti arah angin di hamparan persawahan Banaran. Keindahan pertunjukan tersebut juga mendapat apresiasi dari peserta mancanegara.

Salah satu pelayang asal Vietnam, An, mengaku terkesan dengan suasana festival dan kekompakan para peserta saat menerbangkan train naga.

“Saya datang bersama tim dari Vietnam. Saya sangat senang bisa mengikuti kegiatan ini. Semua terlihat sangat indah,” ujarnya.

Semangat regenerasi juga terlihat dari keikutsertaan pelayang muda. Farhan (15) dari Klub Bolo Srewu mengungkapkan timnya membutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk membuat train naga yang diperlombakan.

“Kami membuat layangan ini sekitar tiga bulan. Senang bisa ikut bertanding di Road to JIKF,” katanya.

Sementara itu, Samidi (61) dari Royal Team menilai pendampingan orang tua menjadi bagian penting agar anak-anak dapat mengikuti perlombaan dengan aman.

“Saya senang bisa mendampingi mereka. Selain memberi semangat, kami juga memastikan anak-anak tetap aman selama mengikuti kegiatan,” tuturnya.

Selain menjadi ajang kompetisi, Road to JIKF 2026 juga memperkenalkan kawasan persawahan Banaran sebagai lokasi ideal untuk festival layang-layang. Lokasi yang berada di sekitar Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) tersebut memiliki area terbuka yang luas dan berada di luar Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) sehingga aman digunakan untuk aktivitas menerbangkan layang-layang.

Melalui partisipasi pelayang cilik hingga senior, dukungan masyarakat, serta kehadiran peserta internasional, Road to JIKF 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai ajang pelestarian budaya layang-layang sekaligus wadah regenerasi pelayang Indonesia menuju festival bertaraf internasional.

Judul alternatif yang lebih menarik:

Train Naga Warnai Langit Banaran, Road to JIKF 2026 Diserbu 15 Ribu Pengunjung

Pelayang Cilik hingga Senior Ramaikan Road to JIKF 2026, Train Naga Jadi Primadona

Road to JIKF 2026 Sukses Besar, Atraksi Train Naga Pukau Ribuan Pengunjung di Kulon Progo. (Wid).

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses