Polda Bali gelar simulasi penanganan Aksi terorisme

Bali255 Dilihat

Jumat, 17 November 2017

BADUNG – redaksimedinas.com – Polda Bali bekerja sama dengan instansi terkait lainnya mengadakan simulasi penanganan aksi terorisme yang diskenariokan terjadi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai,Denpasar.

 

Ini merupakan latihan bagaimana kami memerangi terorisme,”ujar Kepala Polda Bali Inspektur Jenderal Petrus Reinhard Golose saat memberikan kata sambutan simulasi penanganan terorisme di General Aviation Terminal Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Jumat (17/11/2017).

 

Jenderal bintang dua ini mengatakan simulasi tersebut diadakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan termasuk menguji kemampuan petugas kepolisian dan instasi terkait lainnya dalam menangani khususnya aksi terorisme termasuk setelah aksi.

 

Dalam simulasi tersebut diceritakan pejabat negara setingkat menteri tiba di Bali untuk melakukan pertemuan bisnis.

 

Tiba-tiba sekelompok orang yang menyamar sebagai awak media dan petugas penjemput menyandera pejabat penting itu.

 

Aksi tembak-menembak pun terjadi disertai teriakan dan kepanikan para korban, seakan menjadi klimaks yang menarik perhatian para delegasi perwakilan negara sahabat yang menyaksikan simulasi itu.

 

Sejumlah orang diskenariokan tewas, sedangkan pejabat negara itu disandera para teroris ke dalam gedung terminal Bandara Ngurah Rai.

 

Selang beberapa menit kemudian satuan petugas kepolisian didukung tim antiteror Polda Bali berdatangan ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.

 

Teroris yang diketahui berafiliasi dengan kelompok radikal meminta sejumlah tuntutan di antaranya menyiapkan pesawat jet, uang tebusan Rp100 miliar dan membebaskan sejumlah tahanan terorisme yang merupakan rekan mereka di Lapas Nusakambangan.

 

Dalam simulasi tersebut, Polda Bali menyiapkan pesawat asli jenis Boeing 737 milik anak perusahaan salah satu maskapai penerbangan nasional Indonesia.

 

Setelah menggunakan taktik dan memanfaatkan kelengahan kelompok teroris, tim antiteror gabungan akhirnya dapat melumpuhkan teroris dan beberapa di antaranya ditangkap.

 

Dalam penanganan setelah aksi terorisme itu juga diperagakan proses identifikasi melibatkan Forensik, DVI, Inafis, dan petugas terkait lainnya.

 

Simulasi juga menampilkan “breaking news” media yang memberikan informasi terkait aksi terorisme di lokasi kejadian hingga penanganan korban di Rumah Sakit Bhayangkara Denpasar. (Thomson)

Posting Terkait

ADVERTISEMENT
Konten berikut adalah iklan platform MGID, medianasional.id tidak terkait dengan isi konten.

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses