Manggarai Barat, Medianasional.id – Semangat gotong royong terlihat di SMPN 1 Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Para guru, orang tua murid, dan anggota Polsek Macang Pacar bersama-sama mendirikan tenda darurat untuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM). Rabu, 16/09/2026
Pembuatan tenda darurat sebagai ruang kelas sementara bagi siswa-siswi SMPN 1 Macang Pacar. Tenda didirikan di halaman sekolah untuk menggantikan ruang kelas yang mengalami keretakan dan sebagian dindingnya roboh.
Kegiatan ini melibatkan Kepala Sekolah SMPN 1 Macang Pacar Fernandes Goa, dewan guru, Ketua Komite Sekolah, puluhan orang tua/wali murid, serta anggota Polsek Macang Pacar yang turut membantu secara langsung di lokasi.
Kegiatan gotong royong berlangsung di halaman SMPN 1 Macang Pacar, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Gotong royong pendirian tenda darurat dilaksanakan pada pekan ini, pascagempa bumi yang mengguncang wilayah Flores pada Jumat, 15 Agustus 2026.
Pendirian tenda dilakukan karena kondisi fisik bangunan sekolah tidak lagi aman untuk digunakan. Beberapa ruang kelas mengalami retak berat dan ada yang roboh, sehingga dikhawatirkan membahayakan keselamatan siswa dan guru.
Kepala Sekolah Fernandes Goa menjelaskan, keputusan tersebut diambil melalui musyawarah bersama.
“Berdasarkan kesepakatan bersama para guru, Ketua Komite Sekolah dan orang tua siswa, kami memutuskan KBM dilaksanakan di luar ruangan kelas dan membuat tenda darurat di halaman sekolah guna menjaga keselamatan siswa dan guru,” ujar Fernandes Goa.
Proses pembangunan tenda dilakukan secara swadaya dan gotong royong. Orang tua murid membawa peralatan seadanya, guru mengatur teknis lokasi belajar, sementara anggota Polsek Macang Pacar membantu mendirikan tiang, merentangkan terpal, dan mengamankan area.
Dengan tenda darurat tersebut, proses belajar mengajar tetap berjalan meski dengan sarana terbatas. Pihak sekolah berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) segera memberikan bantuan rehabilitasi gedung yang rusak.
“Harapan kami, anak-anak tetap bisa belajar dengan aman dan nyaman di tenda ini sambil menunggu bantuan renovasi,” tambah Fernandes.






