dr. Raja Faisal Ajak Generasi Muda Terapkan Nilai Pancasila di Era Digital

KENDAL—MEDIANASIONAL.ID- Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, dr. Raja Faisal Manganju Sitorus, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama seluruh siswa kelas XII dan para guru pengajar SMAN 1 Kabupaten Kendal, Selasa, (15/9/2026).

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Pancasila di Era Digital dengan Tetap Berkarakter di Tengah Perubahan Zaman”, sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai kebangsaan, khususnya di kalangan generasi muda yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Raja Faisal menekankan bahwa perkembangan teknologi digital harus diiringi dengan penguatan karakter dan nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, kemajuan teknologi memberikan banyak manfaat dan peluang bagi generasi muda, namun juga menghadirkan berbagai tantangan yang perlu disikapi secara bijak.

“Di era digital, anak-anak muda memiliki akses informasi yang sangat luas. Karena itu, kemampuan menggunakan teknologi harus dibarengi dengan karakter yang kuat. Pancasila harus menjadi pedoman agar kita tidak hanya menjadi generasi yang cerdas secara teknologi, tetapi juga memiliki etika, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama,” ujar dr. Raja Faisal.

Generasi yang mampu memanfaatkan media Digital secara produktif

Ia juga mengingatkan para siswa untuk menjadi generasi yang mampu memanfaatkan media digital secara produktif. Media sosial, menurutnya, bukan hanya ruang untuk berekspresi, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk belajar, berkarya, menyebarkan informasi positif, serta memperkuat persatuan.

dr. Raja Faisal mengajak para siswa untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di ruang digital, terutama informasi yang belum terverifikasi, ujaran kebencian, provokasi, maupun konten yang dapat memecah belah persatuan.

“Jangan sampai teknologi yang seharusnya mendekatkan kita justru membuat kita saling menjauh. Saring sebelum sharing, berpikir sebelum berkomentar, dan jadikan media digital sebagai ruang untuk menunjukkan karakter positif sebagai generasi Indonesia,” pesannya.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta juga diajak memahami kembali nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Menurut dr. Raja Faisal, pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan menjadi semakin penting di tengah perubahan zaman. Generasi muda tidak cukup hanya mengenal Pancasila secara teoritis, tetapi harus mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika berinteraksi di ruang digital.

Ia memberikan contoh sederhana, seperti menghargai perbedaan pendapat, menjaga sopan santun dalam berkomunikasi, tidak melakukan perundungan atau cyberbullying, menghormati keberagaman, serta menggunakan teknologi untuk kegiatan yang bermanfaat.

“Karakter bangsa tidak berhenti di dunia nyata. Ketika kita masuk ke ruang digital, identitas dan karakter sebagai bangsa Indonesia juga harus tetap kita bawa,” tegasnya.

Sementara itu, keterlibatan para guru dalam kegiatan tersebut dinilai penting karena sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Sinergi antara pendidikan di sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat diperlukan agar nilai-nilai kebangsaan dapat tumbuh secara konsisten dalam kehidupan para pelajar.

dr. Raja Faisal bersama siswa kelas XII SMAN 1 Kabupaten Kendal
dr. Raja Faisal berharap para siswa kelas XII SMAN 1 Kabupaten Kendal dapat menjadi generasi yang tidak hanya siap menghadapi dunia pendidikan tinggi maupun dunia kerja, tetapi juga memiliki rasa tanggung jawab sebagai warga negara.

“Kalian adalah bagian dari masa depan Indonesia. Jadilah generasi yang berani bermimpi, berani berkarya, tetapi tetap berpijak pada nilai-nilai Pancasila. Perubahan zaman tidak boleh membuat kita kehilangan jati diri sebagai bangsa,” tutup dr. Raja Faisal.

Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini diharapkan dapat menjadi ruang dialog dan pembelajaran bagi para siswa serta guru dalam memperkuat wawasan kebangsaan, membangun karakter positif, dan menumbuhkan kesadaran untuk menjaga persatuan Indonesia di tengah derasnya perkembangan era digital.(#)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses