Merangin, medianasional.id – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, M. Sahiri, menuai kritik karena terkesan menghindar dari wartawan. Sikap bungkam ini terjadi setelah medianasional.id menerbitkan berita kritik berjudul “Birokrasi Lambat, BPBD Merangin Belum Terbitkan SK Tanggap Darurat Longsor”.
M. Sahiri dinilai sulit dihubungi untuk memberikan informasi perkembangan penanganan banjir yang melanda beberapa desa di Daerah Pemilihan (Dapil) 4, seperti Desa Koto Rawang, Pulau Bayur, Rantau Limau Kapas, dan Rantau Jering di Kecamatan Tiang Pumpung, Lembah Masurai, serta Jangkat.
Meski wartawan telah berulang kali mencoba menghubungi lewat telepon dan pesan WhatsApp demi keberimbangan berita, ia tidak merespons dan berdalih sedang dalam perjalanan di lapangan saat ditanya kembali.
Menanggapi masalah ini, Wakil Bupati Merangin langsung turun tangan setelah dikonfirmasi media. Wabup menyatakan telah menghubungi Kepala BPBD untuk meminta penjelasan. Berdasarkan laporan terbaru dari Kepala BPBD kepada Wabup, Surat Keputusan (SK) tanggap darurat tahap kedua saat ini sudah diserahkan kepada Bupati Merangin dan ditargetkan rampung pada minggu depan.
Sikap Kepala BPBD yang menutup diri dari awak media ini disayangkan karena dinilai melanggar prinsip transparansi, menghambat hak informasi publik di masa bencana, serta mencerminkan lemahnya akuntabilitas dan kepemimpinan di lembaga penanggulangan bencana Kabupaten Merangin.






