Kabur Saat Dikonfirmasi : Kadis DLH Morotai dan Ketua Satgas Diduga Giring Opini Korbankan Wartawan

Maluku Utara1732 Dilihat
PULAU MOROTAI, medianasional.id – Polemik mengenai dugaan permintaan uang sebesar Rp10 juta oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pulau Morotai kepada PT Intimkara kini memasuki babak baru. Kasus ini bergeser menjadi dugaan penggiringan opini publik dan pencemaran nama baik profesi jurnalis, yang diduga melibatkan Kepala Dinas DLH Morotai, Nurhayati, dan Ketua Satgas Morotai, Saiful Paturo.
.
Dugaan konspirasi ini mencuat setelah Saiful Paturo menyebarkan tangkapan layar percakapan pribadi antara Nurhayati dan seorang wartawan ke sejumlah grup publik. Anehnya, percakapan tersebut diketahui terjadi dua bulan sebelum isu PT Intimkara mencuat, serta sama sekali tidak menyebutkan nama perusahaan maupun nominal uang Rp10 juta yang menjadi substansi masalah. 

.
Langkah penyebaran obrolan pribadi ini dinilai sengaja dilakukan untuk mengalihkan perhatian publik dari esensi utama kasus, yaitu dugaan pungutan atau permintaan dana kepada pihak swasta. 

.
Pihak Perusahaan Benarkan Adanya Permintaan Uang
Manajer Lapangan PT Intimkara, Wandi, mengonfirmasi bahwa pihak DLH memang pernah mengajukan permintaan dana kepada perusahaan mereka. Namun, ia tidak dapat memastikan nominal pasti maupun keterlibatan pihak lain. 

.
“Memang DLH pernah minta uang ke Intimkara. Tapi kelanjutannya saya tidak tahu, apakah DLH bersama wartawan atau DLH sendiri,” ujar Wandi saat dikonfirmasi. 

.
Kepala Dinas DLH Bungkam saat Dikonfirmasi
Guna mendapatkan keberimbangan informasi, sejumlah awak media mencoba menemui Kepala Dinas DLH Morotai, Nurhayati, di ruang kerjanya pada Rabu (19/8/2026). Sayangnya, Nurhayati enggan memberikan klarifikasi dan memilih menghindar dari kejaran wartawan. 

.
“Saya tidak ada waktu,” jawab Nurhayati singkat sembari berlalu. 

.
Sikap bungkam ini memperpanjang daftar pertanyaan publik terkait transparansi tata kelola pemerintahan di DLH Morotai. Hingga saat ini, pihak DLH belum menjawab lima pertanyaan krusial: 

  1. Apakah benar DLH meminta uang kepada PT Intimkara? 

  2. Apakah nominalnya benar sebesar Rp10 juta? 

  3. Siapa oknum yang meminta uang tersebut?
  4. Untuk kepentingan apa uang tersebut ditujukan? 

  5. Apakah Nurhayati yang memberikan tangkapan layar percakapan pribadinya kepada Saiful Paturo untuk disebarkan? 

Pihak jurnalis Morotai mendesak Nurhayati dan Saiful Paturo untuk segera memberikan klarifikasi terbuka. Publik meminta kedua pejabat tersebut fokus menjelaskan substansi dugaan aliran dana Rp10 juta, alih-alih melempar isu liar yang berpotensi memfitnah dan merugikan profesi wartawan. 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses