Asosiasi KDKMP Kendal Minta PT Agrinas Perhatikan Pengurus Koperasi, Insentif dan Koordinasi Jadi Sorotan

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

KENDAL –MEDIANASIONAL.ID- Asosiasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kabupaten Kendal meminta PT Agrinas lebih memperhatikan peran pengurus koperasi dalam proses operasional program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Penguatan koordinasi antara pengurus dan manager dinilai penting agar koperasi dapat berjalan optimal serta mendapat dukungan masyarakat.

Asosiasi KDKMP Kabupaten Kendal

Ketua Asosiasi KDKMP Kabupaten Kendal, Rokhimudin, mengatakan pengurus telah berjuang merintis koperasi selama sekitar satu setengah tahun. Karena itu, ia menyoroti ada perhatian terhadap kebutuhan pengurus, termasuk pemberian insentif untuk kegiatan kunjungan dan koordinasi yang mendukung persiapan operasional koperasi.

“Pengurus sudah berjuang merintis perjalanan Koperasi Merah Putih selama satu setengah tahun ini. Kami berharap ada perhatian terhadap pengurus, termasuk insentif ketika melakukan kunjungan maupun koordinasi,” ujar Rokhimudin yang juga Ketua KDKMP Desa Nolokerto.

Percepatan Pembangunan Gedung Jadi Perhatian

Ia menjelaskan, sejumlah koperasi di Kendal telah mulai menjalankan aktivitas meskipun belum memiliki bangunan fisik. Kendala ketersediaan lahan masih menjadi salah satu hambatan bagi desa dan kelurahan yang belum dapat membangun gedung koperasi.

Atas hal itu, pihaknya meminta pemerintah daerah bersama satuan tugas (Satgas) di tingkat kabupaten membantu mempercepat pengadaan lahan bagi desa dan kelurahan yang belum memiliki lokasi pembangunan. Sementara itu, koperasi yang gedungnya telah tersedia diharapkan segera beroperasi agar antusiasme masyarakat dapat direspons dengan pelayanan nyata.

Koordinasi Manager dan Pengurus Perlu Diperkuat

Menurut Rokhimudin, koordinasi antara manager dan pengurus koperasi perlu dilakukan secara berkelanjutan. Pengurus memiliki kedekatan dengan masyarakat karena telah berinteraksi langsung sejak koperasi dibentuk. Peran tersebut dinilai penting untuk mengajak warga berpartisipasi dalam mengembangkan usaha koperasi.

“Manager harus selalu berkoordinasi dengan pengurus. Pengurus berinteraksi langsung dengan masyarakat sejak awal pembentukan koperasi, sehingga bisa membantu menggerakkan warga agar mendukung Kopdes Merah Putih dengan berbelanja di koperasi,” katanya.

Kopdes Nolokerto Siap Beroperasi 

Rokhimudin mencontohkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Nolokerto, Kecamatan Kaliwungu, yang disebut telah siap beroperasi. Manager koperasi tersebut juga sudah ditempatkan. Namun, operasional masih menunggu kedatangan barang-barang dari PT Agrinas.

Rokhimudin berharap koperasi yang telah menjalani verifikasi dapat segera beroperasi. Ia menegaskan pengurus siap bekerja sama dan membantu manager mengembangkan usaha koperasi agar tumbuh, maju, serta memberikan manfaat bagi masyarakat desa dan kelurahan di Kabupaten Kendal.

Terkait perekrutan pegawai oleh manager koperasi, ia berharap proses tersebut dikomunikasikan dengan pengurus KDKMP dan pemerintah desa. Menurutnya, komunikasi yang terbuka diperlukan untuk meminimalkan potensi konflik di tengah masyarakat sekaligus memastikan pengelolaan koperasi berjalan selaras dengan kebutuhan desa.

“Hal itu untuk minimalisir terjadinya konflik di desa,” tegasnya.

Foto kegiatan

Verifikasi KDKMP Langsung ke Lapangan

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kendal, Agus Dwi Lestari, mengatakan pemerintah daerah telah menugaskan tim untuk melakukan verifikasi dan validasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara langsung di lapangan. Hal itu disampaikan dalam kegiatan pengarahan Tim Monitoring Mabes TNI kepada manager koperasi, ketua koperasi, Danramil, dan Babinsa di Pendopo Kabupaten Kendal, Rabu (21/10/2026).

Agus menegaskan, proses verifikasi dan validasi tidak cukup dilakukan hanya melalui pemeriksaan dokumen di atas meja. Tim harus melihat kondisi nyata di lapangan, termasuk memeriksa bangunan koperasi secara langsung untuk memastikan kesiapan fisik dan operasionalnya.

Verifikasi dan validasi tidak dilakukan di atas meja, tetapi langsung di lapangan. Tim harus melihat dan memeriksa kondisi gedung KDKMP secara nyata untuk memastikan kesiapan yang sebenarnya,” tegasnya.

77 KDMP Ditargetkan Segera Beroperasi

Agus menjelaskan, setelah proses verifikasi dan validasi selesai, data akan diperbarui ke dalam sistem dan dituangkan dalam berita acara sebagai bagian dari tahapan menuju operasional koperasi. Ia menyebut proses pengolahan data dapat berlangsung sekitar empat hingga enam jam.

“Sebanyak 77 KDMP telah siap beroperasi dan diharapkan segera melayani masyarakat,” pungkas Agus.(#)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses