Gagal Wisuda Karena Akreditas, Rektor IAIN Minta Mahasiswa Prodi HKI & HES Ambil Cuti Kuliah

Maluku Utara294 Dilihat
Rektor IAIN Ternate Saat di temui Sejumlah Awak Media

Ternate, medianasional.id – Sidang Terbuka Senat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate pada wisuda Ke VII yaitu Program Magister, Sarjana dan Diploma Tiga Tahun 2019, diantaranya dua Prodi pasca sarjana yaitu Prodi HKI & HES. Rektor IAIN Ternate Samlan Hi Ahmad memerintah kepada mahasiswa agar dapat mengambil Cuti Kuliah.

Dua jurusan tersebut, Rektor IAIN Ternate Samlan Hi Ahmad saat di temui medianasionall.id mengaku saat ini masih di urus proses akreditasinya, sehingga yang sudah selesai bisa ambil cuti dan yang belum masi bisa konsolitasi Tesisnya.

“Lambatnya akreditasi karena ada regulasi baru sehingga menghambat akreditasi, saya mengimbau kepada mahasiswa dua jurusan tersebut agar cuti sehingga mengurangi biaya perkuliahan tapi konsultasi akademik tetap berlaku,” Paparnya.

Sidang Terbuka wisuda Ke VII IAIN Ternate Itu, diwarnai dengan aksi Unjuk Rasa. Hal tersebut lantaran mahasiswa pasca sarjana tidak di wisudakan dan merasa di rugikan karena jurusan yang mereka tekuni sampai selesai belum terakreditasi.

Saat di sentil terkait dengan aksi dari pelaksanaan sidang terbuka, Rektor IAIN Ternate tidak mengetahui adanya aksi yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa

Sementara, Adam Basirun selaku Kordinator aksi mahasiswa mengatakan bahwa aksi yang dilaksanakan ini sudah di berikan surat ke lembaga kampus IAIN tebusannya rektor dan di berikan juga kepada pihak kepolisian.

Adam, yang juga sebagai mahasiswa pasca sarjana yang gagal wisuda dalam orasinya menyebutkan, bahwa pihak lembaga harus bertanggung jawab atas 43 mahasiswa Pasca Sarjana Jurusa Hukum Keluarga Islam (HKI) dan Hukum Ekonomi Syariah (HES) IAIN Ternate.

“Pihak kampus segera mengembalikan uang perkuliahan dan menutup Program Studi tersebut karena dinilai ilegal dan sudah memakan korban contanya adalah saya,”Papar Adam

Ia juga mengatakan bahwa, dalam waktu dekat dirinya akan bersama teman-teman akan memproses ini secara hukum.

“Ingat kami akan tempuh jalur hukum agar kampus segera bertanggung jawab atas tindakan teledor yang di perbuat,”tegas Adam melalui pengeras suara.

Tidak hanya itu dirinya mengimbau agar masyarakat Maluku Utara jika hendak menyekolahkan anak di kampus IAIN harus selektif dalam memilih Prodi agar tidak terjebak.

“Masyarakat Maluku Utara bila mana masuk ke kampus IAIN Ternate agar berhati-hati dan mengecek jurusan sebelum mendaftar,” Ajak Adam. (G)

Safrin

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses