ANEH! Proyek Jalan Rp 384 Juta di Purbalingga Cuma Tambal Sulam Petak-Petak, Volume Gaib dan Alasan Klasik Musim Hujan

PURBALINGGA.medianasional.id – Pemeliharaan Jalan TPM – Karangpule dengan duit rakyat Rp 384.000.000 dari APBD Purbalingga ini endingnya cuma tambal sulam petak-petak? Fakta di lapangan bikin geleng-geleng kepala.

Pantauan pada Kamis (5/11/2026), yang dikerjakan bukan pengaspalan full, melainkan tambalan-tambalan aspal persegi seperti perban. Bahu jalan dibiarkan berantakan, penuh kerikil dan galian. Pengendara hanya disuruh hati-hati lewat rambu kuning “ADA PENGASPALAN JALAN”, tanpa ada manajemen lalu lintas yang jelas.

Lebih aneh lagi, papan proyek yang dipajang CV. VIYAN sebagai pelaksana dan CV. NATAPOLA sebagai pengawas, TIDAK MENCANTUMKAN VOLUME PEKERJAAN SAMA SEKALI.

Tidak ada panjang berapa meter, lebar berapa, tebal aspal berapa cm. Yang ada cuma nilai proyek Rp 384 Juta! Ini proyek siluman? Rakyat disuruh mengawasi apa kalau volume-nya saja digelapkan?

Alasan Klasik: Median Labil dan Musim Hujan

Saat dikonfirmasi, pemborong malah mengeluh median jalan yang labil dan musim hujan. Alasan yang sangat klasik dan justru mempertanyakan perencanaan dari DPUPR Purbalingga.

Lah, kalau sudah tahu median labil dan sekarang musim hujan, kenapa baru dikerjakan akhir-akhir? Kontraknya 30 September 2026, dikerjakan bulan November pas hujan deres. Jelas kualitas taruhannya.

“Kalau median labil itu harusnya diperkuat dulu base-nya, bukan asal timpa aspal baru di atas tanah labil. Kalau hujan jadi alasan, ya jangan ngaspal pas hujan. Ini Rp 384 juta lho, bukan Rp 38 ribu. Jangan asal jadi,” semprot warga yang melintas.

Data Proyek yang Janggal:

Ini bukan lagi soal keterlambatan, tapi soal TRANSPARANSI. Aturan pengadaan jelas, papan proyek wajib memuat volume dan spek. Kalau ini ditutupi, publik patut curiga ada yang tidak beres.

DPUPR Kabupaten Purbalingga dan Inspektorat didesak turun langsung. Buka RAB-nya ke publik! Rp 384 juta itu dapat berapa meter jalan? Kalau cuma dapat tambalan petak-petak seperti di foto, ini namanya pemborosan uang rakyat.

Jangan sampai proyek ini baru 2 bulan sudah mengelupas lagi karena median labil yang dipaksakan diaspal saat hujan.

Al_76

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses