LABUAN BAJO, medianasional.id – Dampak gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada pertengahan Agustus lalu memicu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Hingga Selasa (25/8), aktivitas gempa susulan dilaporkan masih terus membayangi wilayah Flores.
.
Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean panjang kendaraan telah mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sejak dua hari terakhir. Warga bahkan rela mengantre sejak dini hari demi mendapatkan pasokan BBM jenis Pertalite dan Solar. Krisis ini diperparah oleh lonjakan kebutuhan BBM untuk operasional mesin genset di posko pengungsian serta armada transportasi penyalur bantuan. Saat ini, Labuan Bajo menjadi pintu masuk utama distribusi logistik bagi warga terdampak yang tersebar di wilayah Manggarai Barat.
.
Rober, seorang pengungsi asal Kecamatan Macang Pacar, mengungkapkan bahwa dirinya harus mengantre sejak pukul 03.00 WITA di SPBU Sernaru. Pasokan Solar sangat mendesak untuk menghidupkan genset di tenda pengungsian yang belum teraliri listrik PLN, serta untuk mobilisasi bantuan ke desa-desa terisolasi. Pihak pengelola SPBU juga mengonfirmasi adanya kenaikan volume kendaraan hingga dua kali lipat dibanding hari biasa, didominasi oleh truk logistik dan mobil relawan.
.
Merespons situasi darurat tersebut, UPTD Pendapatan Wilayah Kabupaten Manggarai Barat resmi mengeluarkan surat imbauan bernomor http://UPTD.Penda.MGB/970.973/335/2026. Kepala UPTD, Wirasmara Pranda, meminta seluruh pimpinan SPBU di Labuan Bajo untuk memprioritaskan pengisian BBM bagi kendaraan operasional bencana dan logistik, baik yang berplat nomor lokal maupun luar daerah. Langkah ini dinilai krusial guna memastikan kelancaran distribusi bantuan ke berbagai titik di Flores.
.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai Barat mencatat kebutuhan BBM di posko-posko pengungsian terus meningkat tajam, termasuk untuk operasional alat berat yang membersihkan puing-puing bangunan. Warga berharap pemerintah segera menambah pasokan BBM ke Labuan Bajo, mengingat BMKG masih mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.






