Pernyataan Arya Wedakarna Tuai Respons, GPM Jateng: Jangan Seret Organisasi

SEMARANG-MEDIANASIONAL.ID – Peryataan Ketua Umum DPP Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Arya Wedakarna yang secara terbuka menyatakan siap mengikuti arahan mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Pemilu 2029 yang dilansir sejumlah media nasional beberapa hari yang lalu menuai tanggapan dari berbagai pihak, tak terkecuali dari internal GPM sendiri.

Kelana Siwi, Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPD GPM Jawa Tengah menanggapi dengan santai. Dia menilai pernyataan Arya merupakan sikap pribadi dan tidak bisa disamakan dengan sikap organisasi.

“Apa pentingnya pernyataan Arya (Arya Wedakarna, Ketum DPP GPM)? Itu hanya pernyataan pribadi saja. Emang nggak boleh dia memiliki keinginan pribadi? Bahwa kemudian dia adalah Ketua Umum GPM, itu soal lain,” jelas Kelana dalam keterangan persnya, Selasa (25/8/26).

GPM Independen 

Lebih lanjut Kelana menjelaskan, sejak paska 1965 hingga saat ini GPM tetap independen dan secara politis tidak berafiliasi ke partai manapun. Karena memang sejak di hancurkannya, PNI Front Marhaenis tidak lagi memiliki ‘induk’ dan nyatanya hingga sekarang belum ada partai yang secara teori dan praktek berani benar-benar menjalankan Marhaenisme sebagai bintang panduan pergerakan.

“Jadi sekali lagi, jangan karena kelakuan Arya, GPM sebagai organisasi di seret-seret. Tidak ada kaitannya sama sekali GPM dengan Jokowi. Kemudian perkara dia menyerahkan Tongkat Dewa Ganesha atau apapun namanya, bahkan kepada Jenderal Petak sekalipun, itu urusan pribadi. Bahkan ketika dia mau ngikut Jokowi di 2029 nanti, ya itu hak dia. Yang prinsip, jangan seret GPM dalam petualangan politik murahan!!”, ujarnya.

Banteng bukan Kebo

Yang perlu diingat, kata Kelana, banteng tetaplah banteng. Banteng bukan Kebo yang mudah di cocok hidungnya dan apalagi di injak-injak kepalanya. Banteng bukan pula gajah duduk. Dan GPM bukanlah para cecunguk Gerakan Pengkhianat Marhaen. Di 2029, GPM tidak akan ikut Jokowi. Kami hanya Ikut Bapak Marhaenisme, Pemimpin Besar Revolusi, Bung Karno! ,” tegas Kelana mengakhiri pernyataannya. (@)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses