
Selasa, 12 Desember 2017
DENPASAR, redaksimedinas.com – Dari dampak erupsi Gunung Agung, Sektor pariwisata mengalami keterpurukan sehingga jumlah angka penggangguran di Bali meningkat.
Akibat dari kondisi ini, Pemerintah Provinsi Bali dan DPRD Bali akan mencari solusinya agar sektor pariwisata tidak mengalami keterpurukan yang berlarut larut khususnya di sektor pariwisata,” kata I Wayan Tagel Arjana, ST, Sebagai Anggota Komisi I DPRD Bali. Dikatakan “Pemrov Bali kiranya dapat bersinergi dengan pelaku pariwisata supaya dapat memulihkan kondisi pariwisata pasca erupsi bencana Gunung Agung yang situasinya belum stabil, Apakah nantinya meletus atau tidak,”
“Di era modern seperti sekarang ini persaingan di sektor pariwisata cukup besar terutamanya untuk bisa memajukan suatu daerah, dan hal tersebut mesti bisa dipertahankan dengan baik,” jelasnya
Ditambahkan lagi, dengan keterpurukan Bali di sektor pariwisata yang menyebabkan berdampak pada meningkatnnya jumlah pengangguran, hendaknya peran pemerintah yang lebih berperan aktif dengan menyiapkan beberapa lapangan pekerjaan untuk mengantisipasi semakin meningkatnya jumlah pengangguran terutama yang bekerja di sektor pariwisaata. “Begitu dengan pelaku pariwisata supaya tidak terus mengalami kerugian tentu promosinya lebih digencarkan, jangan sampai isu kondisi erupsi bencana Gunung Agung di kabupaten Karangasem ini menjadi faktor utama. Intinya Bali masih tetap aman,”ujarnya
Sementara Anggota komisi I DPRD Bali, I.G.K Kresna Budi juga menanggapi soal Bali yang kini mengalami keterpurukan di sektor pariwisata. Dirinya mengatakan bahwa para pelaku pariwisata hendaknya bangkit dari keterpurukan. Caranya promosi lebih digencarkan, sebab isu yang menyebabkan lemahnya kunjungan wisatawan datang ke Bali yang disebabkan oleh erupsi tidak lain adalah isu dari media sosial (medsos) yang terlalu melebih-lebihkan. Padahal selama ini Bali dirasakan cukup aman tanpa ada resiko apapun juga. “Karena kita sendiri tidak tahu apakah nantinya Gunung Agung di Kabupaten Karangasem jadi meletus atau tidak,” tutupnya.(thomson)





