JAKARTA, MEDIANASIONAL.ID – Pertemuan antara mantan Kepala Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor (UPPKB) Kedaung Angke, Christianto, dengan seorang eks-PJLP di lingkungan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Rabu (5/8/2026), sempat berlangsung tegang.
Pertemuan tersebut digelar untuk mengklarifikasi persoalan yang terjadi sekitar tiga tahun lalu. Namun, meski eks-PJLP yang bersangkutan hadir secara langsung, Christianto pada awalnya keberatan apabila Bigman Simamora selaku penerima kuasa turut mendampingi dalam pertemuan.
Penolakan tersebut sempat memicu ketegangan antara pihak Christianto dengan Bigman. Pertemuan akhirnya berlangsung setelah Christianto datang dan menemui rombongan di ruang kerja bawahannya.
Sebelumnya, melalui komunikasi WhatsApp, Christianto meminta agar eks-PJLP tersebut datang langsung untuk bertemu dengannya.
Permintaan itu kemudian dipenuhi. Eks-PJLP hadir bersama jurnalis Medianasional.id dan Bigman Simamora yang bertindak sebagai penerima kuasa.
Namun, kehadiran eks-PJLP secara langsung ternyata tidak serta-merta membuat Christianto menerima kehadiran penerima kuasa tersebut.
Berulang Kali Ucapkan “Dendam Ya Sama Saya?”
Dalam pertemuan tersebut, muncul pernyataan Christianto yang menjadi perhatian.
Menurut keterangan pihak yang hadir, Christianto beberapa kali menyampaikan kepada Bigman Simamora:
“Dendam ya sama saya?”
Ucapan tersebut disebut disampaikan berulang kali selama pertemuan.
Pernyataan itu kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai maksud Christianto menggunakan kata “dendam”, serta apakah terdapat persoalan atau peristiwa tertentu yang sebelumnya pernah terjadi antara Christianto dan Bigman.
Medianasional.id tidak mengambil kesimpulan mengenai maksud pernyataan tersebut. Klarifikasi dari Christianto tetap diperlukan untuk menjelaskan konteks sebenarnya.
Bigman: Bukan Hanya Satu Eks-PJLP
Bigman Simamora mengatakan, kehadirannya dalam pertemuan tersebut bukan untuk mencari persoalan, melainkan menjalankan kapasitasnya sebagai pihak yang diberi kuasa untuk mendampingi eks-PJLP tersebut.
Menurut Bigman, persoalan yang dibicarakan tidak hanya menyangkut satu orang.
Ia menyebut terdapat sekitar tujuh orang eks-PJLP yang menurut informasi yang diterimanya pernah mengalami persoalan serupa ketika bekerja di lingkungan UPPKB Kedaung Angke dan UPPKB Cilincing.
“Yang saya dampingi ini bukan satu-satunya. Ada sekitar tujuh orang yang saya ketahui mengalami persoalan. Dua orang di Kedaung Angke, dan lima orang di Cilincing. Semua kajadian ketika Cristianto menjabat di UPPKB Cilincing dan di UPPKB Kedaung Angke,” ujar Bigman.
Namun, informasi mengenai jumlah tersebut masih memerlukan pendalaman dan verifikasi lebih lanjut terhadap masing-masing pihak.
Bigman juga mengaku mengetahui sejumlah hal terkait masa Christianto bertugas di lingkungan UPPKB Cilincing.
Menurutnya, terdapat sejumlah dokumen yang dapat membantu mengungkap persoalan tersebut.
Bigman menyebut dirinya juga memiliki dokumen transaksi transfer dana yang menurut keterangannya berkaitan dengan pengurusan KIR armada perusahaan tertentu, ketika Cristianto menjabat Kepala UPPKB Cilincing.
Namun, substansi, pihak yang terlibat, tujuan transaksi, serta keterkaitan dokumen tersebut dengan proses pengujian kendaraan masih dalam proses verifikasi.
Medianasional.id tidak menjadikan keberadaan dokumen tersebut sebagai kesimpulan adanya pelanggaran sebelum dilakukan pemeriksaan dan konfirmasi terhadap seluruh pihak terkait.
Mengapa Christianto Keberatan dengan Penerima Kuasa?
Hal yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah sikap Christianto yang sejak awal keberatan terhadap kehadiran Bigman sebagai penerima kuasa.
Padahal, pihak yang ingin ditemuinya telah hadir secara langsung.
Kondisi tersebut sempat membuat suasana memanas antara pihak Christianto dengan Bigman sebelum akhirnya pertemuan dapat dilanjutkan.
Sampai saat ini belum diketahui secara pasti alasan Christianto keberatan terhadap kehadiran penerima kuasa tersebut.
Medianasional.id telah meminta penjelasan kepada Christianto mengenai alasan tersebut.
Konfirmasi juga telah disampaikan kembali setelah pertemuan berlangsung, termasuk mengenai pernyataan “Dendam ya sama saya?” yang disebut disampaikan berulang kali kepada Bigman.
Namun, hingga berita ini disusun, Christianto belum memberikan tanggapan.
Jejak Christianto di UPPKB
Christianto sebelumnya diketahui memiliki pengalaman di bidang pengujian kendaraan bermotor.
Ia pernah menjabat sebagai Kepala UPPKB Cilincing sebelum kemudian bertugas di UPPKB Kedaung Angke.
Dalam pemberitaan pada 2022, Christianto pernah memberikan bantahan terhadap tudingan mengenai dugaan pungutan liar di UPPKB Cilincing. Saat itu ia menyatakan pelayanan pengujian kendaraan berjalan sesuai sistem dan membantah adanya praktik pungli.
Pada 2023, Christianto tercatat sebagai Kepala UPPKB Kedaung Angke dalam kegiatan pelayanan uji KIR di Jakarta Barat.
Kini, Christianto menjabat sebagai Kepala Unit Pengelola Terminal Terpadu Pulo Gebang.
Klarifikasi Masih Ditunggu
Medianasional.id masih memberikan ruang kepada Christianto untuk menjelaskan secara terbuka mengenai pertemuan pada 5 Agustus 2026.
Setidaknya terdapat dua hal yang membutuhkan penjelasan langsung darinya.
Pertama, mengapa Christianto keberatan terhadap kehadiran Bigman Simamora sebagai penerima kuasa, meskipun eks-PJLP yang hendak ditemuinya telah hadir secara langsung.
Kedua, apa maksud pernyataan “Dendam ya sama saya?” yang menurut pihak yang hadir disampaikan berulang kali kepada Bigman.
Selain itu, apabila benar terdapat sekitar lima sampai tujuh eks-PJLP yang mengalami persoalan serupa sebagaimana disampaikan Bigman, hal tersebut juga perlu diklarifikasi kepada pihak-pihak terkait untuk mengetahui apakah terdapat pola yang sama atau masing-masing kasus memiliki latar belakang berbeda.
Hingga berita ini diterbitkan, Christianto belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang telah disampaikan Medianasional.id.
Medianasional.id tetap membuka ruang hak jawab bagi Christianto maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan atas pemberitaan ini.






