Garam Melimpah Tanpa Pembeli: Nestapa Petambak Kandanghaur Menanti Solusi Pemerintah

Indramayu1351 Dilihat
INDRAMAYU, medianasional.id – Musim kemarau panjang yang membawa terik matahari maksimal seharusnya menjadi berkah bagi para petambak garam di pesisir Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu. Namun, lonjakan produksi kristal putih tersebut justru mendatangkan pilu bagi para petambak lokal akibat mandeknya penyerapan pasar.
.
Darip, salah seorang petambak garam setempat, mengungkapkan bahwa hingga awal Agustus 2026, sekitar 20 ton garam hasil panennya menumpuk dan mengendap di gudang. Lambatnya pembelian dari pihak luar membuat kapasitas penyimpanan kelebihan muatan, hingga terpaksa ditumpuk di luar area gudang.
.
Kondisi stagnan saat panen raya ini berulang kali mencekik perekonomian masyarakat pesisir. Akibat modal usaha yang tertahan pada tumpukan karung garam yang tidak laku, para petambak kini kesulitan memenuhi biaya operasional dan kebutuhan hidup sehari-hari.
.
Menanggapi situasi ini, para petani mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan konkret, termasuk mengevaluasi kebijakan impor. Mereka berharap target penghentian impor garam yang direncanakan selesai pada tahun 2027 dapat dipercepat agar perusahaan nasional diwajibkan menyerap produksi lokal hasil jerih payah anak bangsa.
Saat ini, para petambak Kandanghaur sangat menantikan langkah nyata dari pemerintah daerah maupun instansi terkait seperti PT Garam untuk segera mengintervensi pasar dan menyerap hasil panen rakyat agar krisis ekonomi di wilayah pesisir tidak semakin berlarut.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses