KUTAI KARTANEGARA, medianasional.id – Camat Kota Bangun Darat, Julkifli, SE, menyampaikan bahwa Kecamatan Kota Bangun Darat merupakan daerah otonom baru yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2020. Ia sendiri resmi dilantik sebagai camat pada 15 Februari 2023.
Kecamatan Kota Bangun Darat memiliki ibu kota di Desa Kedang Ipil dan terdiri atas 10 desa, yang meliputi tujuh desa eks transmigrasi serta tiga desa lokal.
Menurut Julkifli, Desa Kedang Ipil dipilih sebagai ibu kota kecamatan karena memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat. Sejak zaman dahulu, wilayah tersebut telah dikenal sebagai desa yang memiliki kekayaan adat, seni, dan budaya yang masih terjaga hingga kini.
“Sebagai kecamatan yang baru berjalan sekitar tiga tahun, fokus utama kami saat ini adalah pembangunan infrastruktur dasar. Jalan, air bersih, dan jaringan listrik masih menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dari 10 desa yang ada, masih terdapat empat desa yang akses jalannya belum memadai. Kondisi tersebut berdampak pada sekitar 60 persen masyarakat yang masih mengalami kesulitan menuju ibu kota kecamatan.
Karena itu, pemerintah kecamatan terus mendorong percepatan pembangunan ruas jalan yang menghubungkan Wonosari–Kedang Ipil–Kota Bangun Darat. Jalur tersebut dinilai menjadi akses utama yang sangat penting dalam mendukung aktivitas masyarakat maupun pelayanan pemerintahan.
“Tahun ini kami memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp10 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan. Harapannya, proses semenisasi dapat terus dilanjutkan sehingga akses menuju ibu kota kecamatan menjadi lebih baik,” jelasnya.
Secara administratif, Kecamatan Kota Bangun Darat memiliki luas wilayah sekitar 44.000 hektare dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 15 ribu jiwa.
Dari sisi ekonomi, masyarakat Kota Bangun Darat memiliki mata pencaharian yang beragam. Namun, sektor pertanian dan perkebunan masih menjadi penopang utama perekonomian masyarakat.
“Pembangunan ke depan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan sektor ekonomi masyarakat, khususnya pertanian dan perkebunan yang menjadi mata pencaharian utama warga,” pungkas Julkifli.






