Bupati Aulia Buka Festival Budaya Erau Adat Kutai 2026, Masuk Kharisma Event Nusantara

TENGGARONG, medianasional.id – Bupati Kutai Kartanegara dr. Aulia Rahman Basri resmi membuka Opening Ceremony Festival Budaya Erau Adat Kutai tahun 2026 di Stadion Rondong Demang Tenggarong.

Dalam sambutannya, Bupati Aulia menyampaikan selamat datang kepada seluruh tamu undangan dari berbagai daerah di Kalimantan Timur, penjuru nusantara, hingga pemerhati budaya mancanegara di Kota Raja Tenggarong, bumi Etam yang dialiri Sungai Mahakam.

Turut hadir Pangdam VI/Mulawarman atau yang mewakili, unsur Forkopimda Kukar, Gubernur Kalimantan Timur periode 2018-2023 Dr. H. Isran Noor, Sekretaris Daerah Kukar, Ketua DPRD Kukar, Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Timur, para kepala dinas dan badan di lingkup Pemkab Kukar, serta kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Bupati menegaskan Erau bukan sekadar pesta tahunan atau tontonan budaya. Erau Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura adalah warisan budaya tak benda, simpul warisan, pondasi identitas, dan mata rantai peradaban Kutai yang lestari dari generasi ke generasi.

“Di dalam Erau tersimpan nilai penghormatan kepada leluhur, kesetiaan kepada adat, kebersamaan masyarakat, serta prinsip harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta,” ujar Aulia.

Ia menambahkan, pada tahun 2026 ini Festival Budaya Erau Adat Kutai terpilih menjadi bagian dari agenda pariwisata nasional Kharisma Event Nusantara (KEN). Hal ini membuktikan kebudayaan Kutai Kartanegara tidak hanya berdaya tarik lokal, tetapi juga menjadi barometer kebudayaan nasional yang mampu memikat mata dunia.

Rangkaian Erau tahun ini dilaksanakan pada 20 sampai 27 September 2026 dengan mengangkat tema “Raja Manunggal Bersama Rakyatnya, Raja Menjamu Rakyatnya”. Tema tersebut mengandung filosofi kepemimpinan yang diwariskan dalam Undang-Undang Panji Salaten Pasal 11, bahwa kepemimpinan tidak boleh berdiri di atas kehendak pribadi, melainkan mengandung tanggung jawab pelayanan.

“Melalui tradisi beseprah kita duduk bersama, makan bersama, dan merasakan kebersamaan tanpa memandang perbedaan. Melalui beluluh kita menemukan pesan simbolik tentang penyucian diri, membersihkan hati, dan mempererat persaudaraan,” jelasnya.

Di tengah sukacita Erau, Bupati juga menyampaikan keprihatinan atas musim kemarau panjang yang memicu kabut asap di Kalimantan Timur, termasuk Kukar. Ia mengajak masyarakat bersama mencegah kebakaran hutan dan lahan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan jika menemukan titik api.

Ia juga mengimbau peserta dan pengunjung Erau untuk menjaga kesehatan, menggunakan masker saat kualitas udara memburuk, mengurangi aktivitas luar ruangan, memperbanyak minum air putih, serta memberi perhatian lebih kepada anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan.

“Kita bersyukur, seminggu lalu asap pekat sempat terjadi, namun atas keberkahan Erau dan rahmat Allah, pagi ini cuaca membaik sehingga kita bisa menyaksikan pembukaan ini bersama,” katanya.

Bupati meminta seluruh perangkat pemerintah dan panitia penyelenggara mengutamakan aspek kesehatan, keselamatan, kesiapsiagaan, dan antisipasi perubahan kualitas udara selama Erau berlangsung.

Menutup sambutan, ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan Erau Adat Kutai sebagai alat persatuan dan menjaga warisan tanah leluhur.

“Salam Erau Adat Budaya. Mari kita jaga bersama warisan ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses