Bupati Brebes Ajak Masyarakat Igir Klanceng Menanam Pohon Macadamia di Lahan Kritis

791 views

Brebes, medianasional.id | Dalam Rangka Sosialisasi dan Pencanangan Gerakan Nasional Pemulihan Lahan Daerah Aliran Sungai (GNPL DAS) Tahun 2019 Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE., MH mengajak masyarakat Desa Igir Klanceng, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes untuk menanam Pohon Macadamia di lahan-lahan kritis. Sabtu, 28/12/2019

Bupati Brebes Idza Priyanti SE., MH menyampaikan, dengan menanam pohon Macadamia ini masyarakat memiliki peluang yang lebih menjanjikan, mengingat Kacang  Macadamia ini memiliki harga jual yang menjanjikan dibanding dengan harga tanaman sayuran lainnya.

” Ini merupakan bagian dari keprihatinan jika datang musim penghujan, yang mengakibatkan banjir bercampur lumpur, yang mengakibatkan rusaknya akses jalan. Ini merupakan tanggung jawab bersama dalam menjaga dan melestarikan lingkungan, sehingga anak-anak kita dan generasi selanjutnya aman dan selamat dari bencana.

Untuk mewujudkan pengembangan tanaman pohon Macadamia ini, petani tidak harus semua luasan garapan ditanami pohon  Macadamia, bisa untuk tanaman selingan dari tanaman sayuran yang saat ini masyarakat tanam, minimalnya dalam keluasan satu hektar masyarakat menanam 100 pohon. “Ucap Idza

Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Pemali Jratun Nurhalimah Nugrahini S.Hut dalam penyampaiannya mengatakan, “Tanaman macadamia ini memiliki nilai ekologis tinggi yang dapat meningkatkan fungsi hidrologis, pengendalian erosi, dan juga mempunyai nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat serta tahan terhadap kebakaran dan kekeringan.

Latar belakang kegiatan ini adalah pencanangan pengembangan tanaman Kacang Macadamia, dan sudah bekerja sama dengan perum Perhutani khususnya di wilayah Pekalongan Barat untuk membuat persemaian Macadamia di Desa Dukuh Tengah, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal. Mengingat lokasinya cocok untuk pembibitan Macadamia.

Adapun pelaksanaannya bisa dilakukan di seluruh lokasi diantara di daerah Brebes, Tegal, batang, yang kondisinya sesuai untuk pengembangan Kacang Macadamia.

Untuk tahap awal ini pembuatan demplot atau percontohan pengembangan Macadamia di Desa Igir Klanceng, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh DAS Pemali yang merupakan DAS prioritas karena DAS Pemali ini mengalami kerusakan atau pemunduran fungsi di hulunya untuk menampung air hujan sebanyak-banyaknya, dan sumber mata air, karena banyaknya tanaman semusim yang tidak diimbangi dengan tanaman keras yang bisa menyerap air.

Sebagai salah satu tanaman yang bisa dibudidayakan bersama dengan tanaman sayuran yang ada, kalau bisa jangan menanam sayuran saja. Dengan menanam Macadamia ini meningkatkan ekologi dan ekonomi, Pohon yang menghasilkan kacang dengan harga jual mentah berkisar 300,000,- lebih perkilonya ini satu pohon bisa mencapai 20 kg.

Nurhalimah menjelaskan pohon Macadamia ini dalam setahun bisa panen 2 – 3 kali, sedangkan untuk kebutuhan penanaman dalam 1 hektar dengan penanaman secara intensif  400 pohon, bila untuk tanaman sela bisa minimal 100 pohon perhektarnya dengan jarak tanam 10 m x 10 m. Pohon Macadamia ini bisa mulai panen usia  6 – 8 tahun. “Terangnya

Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL) Kementrian LHK  Ir. Hudoyo dalam sambutannya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk sepakat menjaga alam, “Kalau kita menjaga alam maka alam akan menjaga kita. Kita harus pandai menjaga alam agar tetap lestari.

“Mari kita selamatkan DAS mulai dari sekarang, kita buktikan dengan demplot tanaman Macadamia di Desa Igir Klanceng ini, Jenis tanaman ini selain ramah lingkungan juga memiliki nilai ekonomis yang cukup baik mengingat kebutuhan kacang Macadamia di dunia itu sangat besar.

“Saya sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada Bupati Brebes yang sangat kompetitif dalam pengembangan Macadamia untuk kelestarian hutan, kami dari pemerintah pusat akan selalu membantu pemkab Brebes untuk kelestarian lingkungan hutan agar masyarakatnya lebih sejahtera sejahtera. “Ungkap Hudoyo

Reporter : Umar
Editor : Abu Bakar Sidik

Brebes DAS Pemali Jratun Igir Klanceng Macadamia

Penulis: 
author

Posting Terkait

Tinggalkan pesan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.