Bocah 11 Tahun Meninggal Tenggelam di Sungai Bedog Bantul

DI.Yogyakarta79 Dilihat

BANTUL, medianasional.id – Seorang anak berinisial H (11) meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Bedog, Dusun Gonjen, Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Kamis (22/10/2026). Korban ditemukan dalam kondisi tertelungkup di air saat bermain bersama teman-temannya sepulang sekolah.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan kejadian tersebut. Petugas kepolisian bersama tim medis dan Inafis mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap korban.

Berdasarkan keterangan saksi, korban bersama delapan temannya mendatangi Sungai Bedog sekitar pukul 12.00 WIB untuk bermain dan memancing. Mereka kemudian beraktivitas di sekitar sungai.

Sekitar pukul 13.30 WIB, salah seorang teman korban berinisial A melihat H dalam posisi tertelungkup di air di sisi timur sungai. A bersama teman-temannya berusaha menarik korban ke tepi sungai di sisi barat, kemudian meminta pertolongan.

Teriakan tersebut didengar RB (46), orang tua salah satu teman korban. RB mendatangi lokasi dan mendapati korban sudah terbaring di tepi sungai.

Saat memeriksa kondisi korban, RB mendapati denyut nadi di leher korban tidak teraba. Cairan berbusa juga terlihat keluar dari hidung dan mulut korban.

“Peristiwa itu terjadi pada Kamis siang. Korban diketahui sedang bermain di Sungai Bedog bersama teman-temannya setelah pulang sekolah,” kata Iptu Rita Hidayanto dalam keterangannya.

Petugas Polsek Kasihan yang dipimpin Perwira Pengawas AKP Tono Wibowo tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB. Pemeriksaan dilakukan oleh dokter dari Puskesmas Kasihan I bersama tim Inafis Polres Bantul yang dipimpin Aipda Yuli Suryadi.

Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami luka bekas benturan berukuran sekitar 2 x 1 sentimeter di pelipis kiri. Namun, petugas tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.

Pemeriksaan medis juga menunjukkan pupil mata korban tidak merespons dan detak jantung sudah tidak ada. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, korban dinyatakan meninggal dunia.

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis dan tim Inafis, korban dinyatakan meninggal dunia. Dari pemeriksaan fisik tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan,” jelas Rita.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di sekitar sungai. Kondisi sungai yang memiliki kedalaman dan arus yang tidak selalu terlihat dapat membahayakan keselamatan anak. (Red).

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses