BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem: Hujan Lokal dan Angin Kencang Intai Sejumlah Wilayah

Jakarta418 Dilihat
JAKARTA, medianasional.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan melanda sejumlah wilayah Indonesia pada Senin (21/9/2026) hingga beberapa hari ke depan. Meski sebagian besar wilayah Nusantara saat ini tengah didominasi musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino, potensi gangguan cuaca berupa hujan lokal dan angin kencang tetap mengintai dari barat hingga timur Indonesia.
.
Prakirawan BMKG, Dendy Ronopurnama, menjelaskan bahwa citra satelit terbaru menunjukkan minimnya tutupan awan di wilayah bagian selatan Indonesia, meliputi Sumatra bagian tengah hingga selatan, Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan selatan, sebagian besar Sulawesi, hingga Papua bagian selatan. Kendati demikian, potensi dinamika cuaca lokal tetap memicu kondisi ekstrem di beberapa titik.
.
Potensi Hujan Ringan dan Ancaman Polusi Udara
BMKG memetakan wilayah barat yang berpotensi diguyur hujan ringan meliputi Sumatra bagian utara hingga tengah, Kalimantan bagian utara, serta Jawa bagian barat—khususnya Serang dan Bandung. Sementara untuk wilayah timur, hujan dengan intensitas ringan diprakirakan membasahi Sulawesi bagian barat, Kota Ambon, serta Papua bagian utara hingga tengah.
.
Di sisi lain, fenomena udara kabur terdeteksi di Sumatra bagian tengah hingga selatan, Kalimantan Timur, Mataram, serta wilayah Sorong dan Manokwari di Papua Barat. BMKG secara khusus menyoroti wilayah Banjarmasin yang berpotensi diselimuti kabut asap akibat dampak kekeringan, yang dapat menurunkan kualitas udara dan mengganggu kesehatan pernapasan warga.
Waspada Puting Beliung dan Pertumbuhan Awan Cumulonimbus
Pergerakan angin permukaan di utara Indonesia dilaporkan berembus dari barat daya ke timur laut dengan kecepatan 6–19 knot. Sebaliknya, di wilayah selatan, angin bertiup kencang dari tenggara ke barat laut dengan kecepatan mencapai 11–27 knot. BMKG mengeluarkan peringatan khusus terkait potensi angin puting beliung yang mengintai perairan pesisir barat dan selatan Banten, serta perairan selatan Makassar.
.
Dunia penerbangan juga diminta meningkatkan kewaspadaan seiring terdeteksinya pertumbuhan awan konvektif vertikal Cumulonimbus yang menjulang tinggi. Wilayah yang berpotensi terdampak awan berbahaya ini meliputi Aceh, Sumatra Utara, Riau, Sumatra Barat, Jambi bagian timur, Sumatra Selatan bagian barat, Lampung, Bengkulu, Kepulauan Mentawai bagian barat, Kalimantan Barat bagian utara, Kalimantan Utara, serta kawasan Pegunungan Papua.
.
Ancaman Gelombang Tinggi dan Banjir Rob
Meskipun kondisi gelombang laut nasional secara umum berkisar di kategori rendah hingga sedang (1,25 – 2,5 meter), ancaman gelombang tinggi mencapai 2,5 hingga 4 meter berisiko menerjang perairan barat dan selatan Sumatra, serta perairan selatan Pulau Jawa, Bali, NTB, dan NTT.
.
Selain itu, ancaman banjir pesisir atau rob akibat pasang air laut turut mengintai aktivitas warga di kawasan pantai. Beberapa wilayah pesisir yang masuk dalam zona waspada banjir rob antara lain Kepulauan Riau, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, serta Kalimantan Barat, Tengah, dan Selatan.
.
Menghadapi cuaca ekstrem lokal ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap risiko bencana hidrometeorologi, sekaligus terus mengantisipasi bahaya kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang dipicu oleh cuaca panas ekstrem. Informasi perubahan cuaca secara berkala dapat diakses melalui kanal resmi BMKG.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses