Di Balik 3.900 Goweser: UMKM dan Kreativitas Warga Hidupkan Alun-Alun Purbalingga

PURBALINGGA.medianasional.id – Ribuan goweser memang jadi pemandangan utama Soedirman Bike Festival 2026 di Alun-Alun Purbalingga, Sabtu (19/9/2026) sore. Tapi di balik kayuhan 3.900 peserta itu, ada cerita lain yang tak kalah meriah.

Festival sepeda perdana yang digelar Pemkab Purbalingga ini dibuka langsung oleh Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif, didampingi Wakil Bupati Dimas Prasetyahani dan jajaran Forkopimda. Jika di jalanan terlihat parade 14 kilometer yang menjadi tontonan warga, di dalam kawasan Alun-Alun justru terjadi perputaran ekonomi dan panggung kreativitas.

Bukan sepeda balap mahal yang paling mencuri perhatian, melainkan sepeda-sepeda unik dan sepeda hias hasil kreasi komunitas. Mulai dari sepeda ontel klasik yang dipoles warna-warni, sepeda bambu, hingga peserta dengan kostum kreatif. Inilah yang menurut Bupati Fahmi menjadi jiwa festival tersebut.

“Alhamdulillah, antusiasmenya luar biasa. Lebih dari 3.000 peserta ikut dalam kegiatan ini. Terima kasih kepada seluruh masyarakat dan komunitas yang sudah hadir, termasuk dari kabupaten lain,” ujar Fahmi.

“Bukan hanya sepeda biasa. Ada sepeda-sepeda unik dan kreatif dari berbagai komunitas. Ini menunjukkan bahwa kegiatan ini juga menjadi ruang kreativitas masyarakat,” tambahnya.

Alun-Alun Hidup dari Sore Hingga Malam

Sisi lain yang paling terasa dampaknya adalah di bazar UMKM. Lapak street coffee, kuliner lokal, display sepeda, hingga panggung musik, membuat Alun-Alun yang biasanya mulai sepi di sore hari justru semakin ramai hingga malam.

Ribuan goweser dari Purbalingga dan kabupaten lain yang datang, secara tidak langsung menjadi pasar baru bagi pelaku UMKM. Sambil menunggu parade kembali ke pusat kota, pengunjung memadati lapak-lapak yang ada.

Panitia juga menyediakan hadiah dan doorprize dengan total nilai Rp10 juta sebagai penutup rangkaian acara.

Melihat antusiasme yang melebihi ekspektasi — dari target 3.000 menjadi 3.900 peserta — Pemkab Purbalingga memastikan festival ini bukan yang terakhir.

“Ke depan akan kita adakan lagi. Mudah-mudahan tahun berikutnya bisa lebih meriah dan lebih menarik,” kata Fahmi.

Ia berharap Soedirman Bike Festival tidak hanya menjadi agenda olahraga tahunan, tetapi juga mampu menjadi ruang temu antar-komunitas, menghidupkan kembali fungsi alun-alun sebagai ruang publik, dan memberikan dampak nyata bagi UMKM lokal.

Al-76

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses