Begini Tanggapan Pemerintah Kalurahan Kemadang, Tentang Warga Sanglen yang Audensi di Panitikismo

DI.Yogyakarta468 Dilihat

Gunungkidul, medianasional.id – Beredarnya berita audensi Paguyuban Sanglen Berdaulat di Panitikismo dari berbagai media yang berkaitan dengan penutupan pantai Sanglen yang berada di Kalurahan Kemadang Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul.

Menanggapi hal tersebut pemerintah Kalurahan Kamedang saat akan di temui wartawan medianasional.id, Jum’at (22/1/2024) H. Sutono Lurah Kamedang sedang ada tugas luar, namun wartawan di temui oleh Suminto, ST selaku Carik Kalurahan Kamedang.

Dalam kesempatan tersebut Suminto, ST selaku Carik kepada wartawan media nasional.id menjelaskan, bahwasanya rencana pembuatan Obelik’ adalah dari pihak kasultanan dengan pihak investor, kita sebagai pemerintah Kalurahan hanya sebagai fasilitator dengan masyarakat, karena bagaimanapun juga pemerintah Kalurahan sebagai pemangku wilayah, jadi ya diajak bermusyawarah,” ucapnya.

“Dan sebelum membuat perjanjian dan kesepakatan dengan pihak kasultanan dan investor, sudah diadakan musyawarah dengan semua Pokdarwis dan lembaga desa yang lain, dan mereka semua sudah sepakat untuk kemajuan dan peningkatan perekonomian serta pendapatan Kalurahan maupun Kabupaten, karena ini merupakan program dari kasultanan sebagai salah percontohan penataan lahan sultan ground

Namun berjalanya waktu, ternyata masih ada beberapa warga yang tidak setuju, dan setelah diselidiki ternyata yang tidak setuju ada beberapa warga justru dari Kalurahan Banjar Harjo, namun juga ada juga yang dari Kalurahan Kemadang.

Padahal semua juga sudah dapat ganti rugi dari pihak investor, meski nilainya tidak sama,” jelasnya.

Menanggapi beberapa warga yang audensi di Panitikismo, beliau menyampaikan akan berkomunikasi lagi dengan warga dan pokdarwis.

“Kita tetap akan berkomunikasi yang baik dengan paguyuban Sanglen Berdaulat, sehingga dalam proses pembangunan dan pengelolaannya nanti bisa berjalan dengan damai dan nyaman,” pungkasnya.

 

(Widayat)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses