Banjir Bandang dan Angin Kencang Terjang Purbalingga, Puluhan Warga Mengungsi

Purbalingga1397 Dilihat

Purbalingga, medianasional.id – Bencana banjir bandang disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, sepanjang Jumat (23/1/2026) hingga dini hari Sabtu (24/1/2026). Wilayah Kecamatan Karangreja menjadi daerah terdampak terparah.

Bencana dipicu cuaca ekstrem dan hujan deras yang berlangsung sejak pagi di wilayah pegunungan Purbalingga bagian utara. Dampaknya, beberapa sungai meluap dan memicu banjir bandang yang membawa material lumpur serta batu.

Di Desa Kutabawa, tepatnya Dusun Bambangan, banjir bandang menyebabkan akses jalan kabupaten terisolasi akibat tertutup material. Jembatan penghubung Kali Bambangan dilaporkan putus total. Akibatnya, sebanyak 31 Kepala Keluarga (KK) atau 110 jiwa dari dua Rukun Tetangga (RT) terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Mereka berasal dari 24 rumah yang terdampak langsung.

Sementara di Desa Serang, Dusun Gunung Malang juga mengalami kondisi serupa dengan akses jalan terputus. Hujan lebat dan angin kencang yang berlanjut hingga malam menyebabkan pemadaman listrik dan menyulitkan komunikasi di wilayah tersebut.

Tidak hanya banjir, angin kencang juga menyebabkan kerusakan di beberapa titik. Di Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja, atap rumah seorang warga bernama Miskun terhempas hingga menyebabkan kerusakan berat dan tidak bisa dihuni. Keluarga tersebut telah mengungsi. Kejadian serupa juga dilaporkan di Desa Sumampir, Kecamatan Rembang, di mana pohon tumbang menimpa rumah dan merusak atap.

Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga telah melakukan monitoring dan koordinasi dengan pemerintah desa setempat. Upaya pengungsian warga telah dilakukan. Namun, hujan yang masih terus turun dan kondisi lapangan yang gelap akibat padamnya listrik menjadi kendala utama.

Kebutuhan mendesak di lapangan adalah alat berat untuk membuka akses jalan yang terputus serta logistik makanan bagi para pengungsi. Upaya pembukaan jalan direncanakan akan dilakukan pada Sabtu (24/1) pagi oleh tim gabungan.

Masyarakat di wilayah lain juga diimbau tetap waspada. Di Desa Tlahab Kidul, dilaporkan terjadi hujan deras disertai angin kencang yang menyebabkan suara gemuruh dari aliran kali.

BPBD Purbalingga terus memantau perkembangan situasi. Masyarakat yang membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan kejadian dapat menghubungi pusat layanan BPBD melalui berbagai saluran komunikasi yang tersedia.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses