Audensi Petani Jagung Dan Peternak Ayam Kendal Dengan Dirjen Kementerian Pertanian RI

Kendal393 Dilihat

Kendal, medianasional.id Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Dr.Sumardjo Gatot Irianto MS DAA bersama rombongan terdiri 3 direktur ; Staf Aster Kasad Mabes AD; dan para pimpinan OPD Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,bertemu dengan Bupati Kendal dr Mirna Annisa MSi di Pendopo Kabupaten Kendal, Sabtu 20/10/18.

Di kesempatan tersebut Dirjen Tanaman Pangan adakan dialog langsung dalam rangka gerakan kemitraan bersama petani jagung dan peternak ayam petelur Kabupaten Kendal dan sekitarnya. Masalah tersebut menjadi fokus pembahasan berkenaan dengan naiknya harga pakan ternak dan jatuhnya harga telur di pasaran. Harga pakan ayam naik mencapai Rp.9500,- per kilogram. Sedangkan harga telur turun hingga Rp.19.500,-

Sementara itu Bupati Kendal Mirna Annisa minta agar permasalahan yang mencuat tersebut dapat dibahas bersama secara tuntas untuk mencari solusi. Dikatakan, produksi Jagung di wilayah kabupaten Kendal tidak mengalami kendala kelangkaan. Dialog yang dipandu oleh Kepala Dinas Pertanian dan perkebunan pemerintah provinsi Jawa tengah, Ir. Yuni Astuti, MP menerima berbagai masukan dan permintaan dari petani dan peternak.

Salah satu petani Ahmad Ikhwan, petani jagung dari desa Jungsemi Kangkung mengatakan hasil panen jagung bagus namun di musim kemarau yang panjang berpengaruh terhadap hasil jagung. Demikian pula jika air laut rob naik mengganggu penanaman jagung sehingga perlu dibantu mendapatkan solusi. Di sisi lain Suwardi, peternak ayam petelur merasa terpuruk akibat harga telur di pasaran yang jatuh, sangat jauh dari biaya operasional.

Peternak ayam petelur lainnya Sri Mugiarti merasa keberatan dengan kebijakan pembatasan harga atas dan harga bawah telur. Keputusan harga atas Rp.20 Ribu per kilogram justru memperburuk perdagangan telur. Menurutnya, harga telur mengikuti harga pasar tidak bisa diatur dengan HET seperti harga BBM, karena tidak tahan lama, 10 hari telur sudah rusak, terangnya.

Lebih lanjut Dirjen Tanaman Pangan mengatakan bahwa ketersediaan jagung di Jawa tengah cukup. Diharapkan Dinas dapat bekerja mengatur jadwal masa tanam dan wsktw panen. Manajemen stock pakan ternak harus dilakukan dari paling bawah yaitu dari peternak, Pemkab, pemprov, terus pusat. Peternak diharapkan memilki persediaan pakan ternak yang cukup untuk kebutuhan jangka waktu tertentu.

Dirjen Tanaman Pangan Sumardjo Gatot Irianto akan melakukan komunikasi menindaklanjuti Usulan peternak yang akan diteruskan ke Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk mendapatkan solusi terbaik. (sumber: e -kominfo)

Kontributor : Saerozim

Editor : Puji_Leksono

Posting Terkait

ADVERTISEMENT
Konten berikut adalah iklan platform MGID, medianasional.id tidak terkait dengan isi konten.

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses