KENDAL– MEDIANASIONAL.ID- Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kendal mencanangkan Bulan Dana PMI 2026 sekaligus menggelar rapat koordinasi di Pendopo Kabupaten Kendal, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menghimpun dana kemanusiaan dengan melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat.
Komandan Kodim (Dandim) 0715/Kendal, Letkol Inf. Ade Sohali, ditunjuk sebagai Ketua Umum Bulan Dana PMI Kabupaten Kendal 2026. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua PMI Kendal, Achmad Ircham Chalid dan Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan, penggalangan dana tahun ini menargetkan penerimaan sebesar Rp1.711.400.000. Ia berharap dukungan dan kolaborasi berbagai pihak dapat membantu merealisasikan target tersebut.
“Harapannya dengan kolaborasi bersama pemerintah daerah, dunia usaha, dunia pendidikan, seluruh organisasi kemasyarakatan, agama, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat, target bisa tercapai,” ujar Bupati.
Dana PMI untuk Kegiatan Kemanusiaan
Bupati menjelaskan, dana yang terkumpul akan dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan kemanusiaan. Program tersebut mencakup bidang kesehatan, penanganan bencana, pendidikan, serta kegiatan sosial lainnya, termasuk bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) dan program untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan penggalangan dana tersebut. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk ikut berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing dengan menyisihkan sebagian rezeki melalui Bulan Dana PMI.
“Kalau kolaborasi berjalan dengan baik dan masyarakat menyisihkan sebagian rezekinya untuk Bulan Dana PMI, Insyallah target bisa tercapai,” tuturnya.
Sumbangan Disesuaikan dengan Kelompok Masyarakat
Dalam pelaksanaannya, nominal kupon Bulan Dana PMI disesuaikan dengan kelompok masyarakat. Untuk pelajar SD sederajat ditetapkan Rp2.000, sedangkan pelajar SMP dan SMA sebesar Rp5.000. Sementara itu, kontribusi kepala keluarga berkisar Rp5.000 hingga Rp10.000, sedangkan bagi aparatur sipil negara (ASN) ditetapkan secara bervariasi dengan nominal terendah Rp20.000.
Bupati menyebut, jumlah ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kendal yang mencapai sekitar 12 ribu orang menjadi salah satu potensi dukungan untuk menyukseskan program tersebut. Ia optimistis, melalui keterlibatan ASN dan partisipasi masyarakat luas, target pengumpulan dana dapat terealisasi, bahkan melampaui sasaran.
“Insyaallah tercapai dan target terlampaui,” tegasnya.(#)






