KENDAL– MEDIANASIONAL.ID-Menanggapi keluhan pedagang Pasar Induk Weleri terkait sepinya pembeli dan penurunan omzet penjualan, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari atau Mbak Tika menyiapkan langkah penataan ulang pedagang. Pemerintah Kabupaten Kendal berupaya mengatasi berbagai persoalan yang masih dirasakan pedagang di pasar tersebut.
Mbak Tika mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan dinas terkait untuk menangani berbagai persoalan di Pasar Induk Weleri. Namun, untuk saat ini, pemerintah daerah belum dapat membangun gedung baru Pasar Induk Weleri.
“Tetapi memang saat ini kan kami memang masih belum bisa membangun gedung pasar induk Weleri yang satunya,” ujar Mbak Tika, Sabtu (10/10/26).
Menurutnya, sambil menunggu pembangunan gedung baru, pemerintah akan berupaya mengondisikan berbagai persoalan yang ada. Penataan dinilai penting karena kondisi pasar saat ini dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan para pedagang.
Pedagang Akan Ditata Ulang
Mbak Tika menyebut, penataan ulang nantinya akan mencakup sejumlah jenis dagangan, mulai dari sayuran, makanan hingga pakaian. Penataan tersebut diharapkan dapat membuat kondisi pasar lebih tertib sekaligus memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli.
“Akan berusaha sebelum terbangun kami akan mengkondisikan permasalahan-permasalahan yang ada karena memang waktu itu mungkin ya ini belum sesuai dengan keinginan para pedagang,” katanya.
Dalam proses penataan tersebut, Pemkab Kendal juga akan melibatkan paguyuban pedagang Pasar Weleri. Pelibatan pedagang dinilai penting agar kebijakan yang diambil pemerintah dapat mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan mereka di lapangan.
“Kalau untuk penataan yang apa sayuran kemudian yang apa makanan dan baju-baju itu memang nanti insya Allah ini akan kami tata ulang tentunya juga melibatkan paguyuban pedagang Pasar Weleri agar supaya nanti hasilnya diterima semua,” ujarnya.
Mbak Tika Siap Cek Kondisi Pasar
Selain menyiapkan penataan ulang, Mbak Tika menyatakan siap melihat langsung kondisi terkini Pasar Induk Weleri. Langkah tersebut menjadi penting untuk memastikan berbagai keluhan pedagang terkait kondisi pasar dan sepinya pembeli dapat dilihat secara langsung oleh pemerintah daerah.
“Ya siap, nanti kita agendakan tengok ke sana,” ujar Mbak Tika.
Pasar Weleri Pernah Terbakar
Seperti diketahui, Pasar Weleri, yang juga dikenal sebagai pasar induk, merupakan pasar tradisional terbesar di Kabupaten Kendal. Pasar tersebut berdiri sejak 1960, tepatnya pada masa Orde Lama.
Letaknya strategis di pusat Kecamatan Weleri, di tepi jalan nasional, serta berjarak sekitar 50 meter dari Stasiun Kereta Api Weleri. Lokasi tersebut menjadikan Pasar Weleri sebagai salah satu pusat aktivitas perdagangan masyarakat.
Pada November 2020, pasar tersebut terbakar. Kemudian, pada Juli 2023, pembangunan kembali pasar dimulai dengan anggaran mencapai lebih dari Rp50 miliar. (#)






