KENDAL– MEDIANASIONAL.ID- Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kendal menyalurkan sharing produksi senilai total Rp1,5 miliar kepada 23 Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) mitra di wilayah Kabupaten Kendal, Kabupaten Batang, dan Kota Semarang. Pembagian tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus mendukung kelestarian hutan.
Penyerahan sharing produksi secara simbolis dilakukan Administratur (ADM) KPH Kendal, Muhadi, di Kantor KPH Perhutani Kendal, Jawa Tengah, Selasa (13/10/2026). Bantuan tersebut merupakan bagian dari manfaat kerja sama antara Perhutani dan masyarakat desa hutan yang selama ini terlibat dalam pengelolaan serta pengamanan kawasan hutan.
Sharing Produksi untuk Pemberdayaan Masyarakat
Administratur KPH Kendal, Muhadi, mengatakan sharing produksi merupakan bentuk kepedulian Perhutani terhadap mitra dan masyarakat sekitar hutan yang turut membantu menjaga keamanan serta mendukung pengelolaan sumber daya hutan di wilayah pangkuan LMDH dan desa.
“Dengan adanya sharing ini, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi LMDH dan masyarakat. Kami juga mengajak seluruh LMDH untuk terus bekerja sama dengan Perhutani dalam menjaga kelestarian hutan secara bersama-sama serta meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Muhadi berharap dana yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal, terutama untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan dan mengembangkan usaha produktif. Dengan demikian, LMDH diharapkan semakin mandiri dan mampu berperan aktif dalam mendukung pengelolaan hutan secara berkelanjutan.
Menurutnya, sinergi antara Perhutani dan LMDH menjadi bagian penting dalam menciptakan pengelolaan hutan yang tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya.
Perhutani Siapkan Dukungan Usaha Produktif
Selain sharing produksi, Perhutani juga berencana memberikan dukungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Bantuan tersebut dapat berupa peralatan pertanian maupun peralatan pengolahan hasil produksi, termasuk alat untuk menyangrai kopi atau roasting.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu LMDH mengembangkan usaha bernilai tambah, sehingga masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat dari kerja sama pengelolaan hutan, tetapi juga memiliki peluang memperkuat sumber pendapatan melalui kegiatan ekonomi produktif.
Pembagian sharing produksi ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi Perhutani atas keterlibatan masyarakat desa hutan dalam mendukung pengelolaan sumber daya hutan. Melalui kemitraan yang berkelanjutan, Perhutani KPH Kendal berharap upaya menjaga hutan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

LMDH Wanamakmur Darupono
Ketua LMDH Wanamakmur Desa Darupono, Sugiono, menyampaikan terima kasih atas sharing produksi yang diterima lembaganya. Ia menyebut LMDH Wanamakmur memperoleh sekitar Rp200 an juta, belum potong pajak.
“Rencana akan digunakan untuk kegiatan ekonomi produktif LMDH, peternakan dan lainnya,” jelasnya.
Sugiono juga menyatakan kesiapan LMDH Wanamakmur untuk terus bersinergi dengan Perhutani dalam menjaga kelestarian kawasan hutan. Ia berharap dana tersebut dapat menjadi modal pengembangan kegiatan produktif yang manfaatnya dirasakan oleh anggota dan masyarakat sekitar.
Sementara itu, Kepala Desa Darupono, Agus Subaidi, menyambut baik penyaluran sharing produksi yang telah lama dinantikan. Ia berharap dana tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung kegiatan LMDH dan meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
“Alhamdulillah setelah sekian lama ditunggu, semoga bermanfaat bagi LMDH,” ujarnya.
Agus berharap program sharing produksi dapat terus berlanjut pada masa mendatang. Ia juga menegaskan pentingnya koordinasi antara pemerintah desa dan Perhutani KPH Kendal agar kerja sama pengelolaan hutan tetap terjaga dan kelestarian lingkungan dapat dipertahankan.
LMDH Penerima
Adapun 23 LMDH penerima sharing produksi tersebut meliputi Duren Jati Lestari, Angudi Wahana Mulya, Guyub Makmur, Jati Indah, Jati Lestari, Kinteki Wana Mukti, Suro Wono, Tambang Rimba Jati, Timbang Makmur, Wana Lestari, Wana Makmur Lestari, Wana Makmur, Wana Mukti, Wana Mulia, Wono Makmur, Mandala Rindang, Mekar Jaya, Rimba Lestari, Srendeng Indah, Wana Asri, Wana Saka Lestari, dan Wono Harjo. (#)





