Aksi Unjuk Rasa Pembunuhan Brutal, Aliansi Peduli Desa Waci di Acuhkan Pemda Haltim

Maluku Utara504 Dilihat
Pelaksanaan aksi unjuk rasa

Maba, medianasional.id – Demi mentuntaskan aksi pembunuhan brutal yang terjadi di Desa Waci, Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, Kamis (4/4/2019) pagi tadi. Aliansi peduli masyarakat waci mengelar aksi di berbagai tempat Pemerintahan Halmahera Timur, antara lain Kantor Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD), Kantor Bupati dan yang terakhir di depan Kantor DPRD Halamhera Timur. Namun hal itu diacuhkan oleh instansi terkait.

“ Aksi kemanusiaan dari aliansi peduli pembunuhan warga Desa Waci ini, tidak ada satupun perwakilan dari pemerintah daerah baik dari DPRD maupun Pemda Haltim, bahkan hanya mementingkan rapat politik saat ini, hingga sangat di sayangkan sekali kebijakan Pemda,” kata seorang kordinator aksi Ismit Abas.

Menurutnya, kebijakan ini diambil oleh aliansi peduli Desa Waci karena kehidupan sosial masyarakat secara mayoritas adalah masyarakat petani yang mana pendapatanya bergantung pada alam yaitu Pala, Cengke, dan Kelapa. Sehingga, aksi tersebut dilaksanakan karena Insiden pembunuhan di kali waci yang menelan 3 korban dengan pelaku orang tak di kenal OTK, dimana perestiwa pembantaian itu terjadi di desa waci bukan pertama kali dilakukan tapi sudah 4 kali kejadian sehingga sudah merenggut nyawa sebanyak 8 orang masyarakat warga desa waci.

Dari infromasi yang dihimpun media ini, daftar nama korban meninggal dunia diakibatkan dari pembunuhan brutal sebanyak 8 orang oleh orang tak dikenal (OTK) antara lain, Kasiruta Kantor (69) laki laki meninggal meninggal Tahun 1985, Arbaya Ahmad (67) laki laki meninggal Tahun 2013, Adanan Ruba (60) perempuan meninggal Tahun 2013, Safrudin Matoa (57) laki laki meninggal Tahun 2016, Boni Safrudin (9) laki laki meninggal Tahun 2016, Habibu Salatun (68) laki laki meninggal Tahun 2019, Karim Abdurahman (56) laki laki meninggal Tahun 2019, Yusuf Halim (34) laki laki meninggal Tahun 2019.

Lebih lanjut, Ismit mengatakan pada insiden pembunuhan pertama Pemda Haltim berjanji untuk membangun pos keamanan di beberapa titik rawan, namun sampai saat ini tidak ada pos keamanan di beberapa titik kerawanan hingga saat ini tidak ada pos keamanan, ini menandakan bahwa pemerintah tidal serius menangani kasus yang terjadi di Desa Waci.

Berdasarkan propaganda yang diterima media ini, masa aksi medesak Pemda Haltim agar segara mengundang pihak Kepolisian, TNI dan Camat serta Kades Waci agar dapat segera hering dan mentuntaskan kasus pembunuhan dengan desakan sebagai berikut.

  1. Medesak kepada pemda haltim agar segera mendukung kinerja polres, dalam penyelidikan kasus pembunuhan warga desa waci.
  2. Mendesak kepada pemda haltim untuk segara polsek maba selatan di pindahkan ke Maba selatan.
  3. Mendesak kepada pemda haltim untuk segera melakukan pengecekan hutan di belakang maba selatan karna ada dugaan perusahan kayu beroprasi di belakang desa waci.
  4. Mendesak kepasa pemda haltim agar secepatnya membangun pos keamanan titik rawan hutan di belakang desa waci

Apabila poin 1 2 3 dan 4 jika tidak di tindak, maka kami akan melakukan kosilidasi masa yang lebih banyak untuk aksi susulan dengan waktu yang tidak di tentukan di Maluku Utara.

Reporte : Samsul
Editor     : Safrin

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses