
Medianasional.id
Labuha – Bupati Halmahera Selatan Dinilai Keliru dalam menempatkan Ruang demokrasi, pasalnya Bupati Usman Sidik membubarkan kegiatan dialog terkait Potret 100 Hari Kerja Pemerintahan Usman-Basam yang digelar Barisan Muda Salawaku di Bacan, Halsel, Selasa (7/9/2021).
“Sebenarnya cara pandang saya sebagai seorang akademisi menilai bapak bupati terlalu arogan dalam membijaki polemik publik yang dimana pada fenomenanya mengarah ke program 100 hari kerja dan program smart city oleh pemerintah daerah kabupaten Halmahera,” Kata Muhammad Kasim Faisal, Akademisi Sekolah Tinggi Agama Islam Alkhairat labuha, Rabu (8/9/2021).
Jika dalam hal ini, Lanjut Kasim, sebagai pemerintah alangkah baiknya lebih peka terhadap persoalan-persoalan yang terjadi saat ini baik pro mau pun kontra dalam kebijakan berpolitik. Dimana serimonial yang dilaksanakan oleh pemerintah beberapa hari lalu di lapangan dinas perhubungan Labuha sudah sangat jelas dan keterwakilan secara baik dan niat pemerintah dalam membangun Halsel kedepannya sesuai dengan visi dan misi.
Olehnya itu, ia menyampaikan kejadian semalam yang terjadi saat generasi pemuda Halmahera Selatan yang sangat antusias mendukung program pemerintah daerah dan dilaksanakannya dialog oleh Barisan Muda Salawaku (BMS) merupakan langkah awal kritis dan perlu diapresiasi oleh pemerintah bukan membatasi ruang pendapat maupun ruang berdemokrasi.
Tak hanya itu, ia bahkan menilai angkah yang dilakukan oleh Bupati merupakan ciri dari mis-demokratik society dan mis-informasi terbuka publik.
” Demi terwujudnya pengembangan SDM dan nilai kritis masyarakat dalam hal ini kaum muda di kabupaten Halmahera Selatan, perlunya pemerintah memberikan ruang secara luas guna ada simetris antara pemerintah dan masyarakat di kabupaten Halmahera Selatan. Dan dalam hal ini, segala kebijakan yang terjadi merupakan bentuk dari tolak ukur masyarakat dalam menilai maupun mempercayai sikap dan arah kebijakan pemerintah daerah terhadap publik,” Tandasnya.
Sekedar diketahui, Dialog yang berlangsung di kafe Fatima, Kota Bacan, Ibukota Halmahera Selatan, sekira pukul 21.00 WIT, awalnya berjalan aman dan lancar. Namun, dalam beberapa menit kemudian, Bupati Usman Sidik datang dan tiba-tiba berdebat dengan Husen Said Narasumber dalam kegiatan tersebut
Sementara Kehadiran Bupati membuat suasana kegiatan tiba-tiba menjadi tegang membuat acara dialog terhenti bahkan tak lagi berlanjut pada Selasa (7/9/2021) malam.
Lebih lanjut hingga berita ini di publish, awak media ini Masi kesulitan menghubungi Bupati Halmahera Selatan.
