Raja Ampat, medianasional. id – Wujudkan swasembada pangan TNI AD telah menyelesaikan penanaman bibit padi di lahan tambah tanam pertanian 70 (tujuh puluh) hektar di wilayah Raja Ampat.
“Di Raja Ampat sudah tujuh puluh hektare, itu ada 2 (dua) titik di Misool dan Salawati Tengah,” ujar Dandim 1805/Raja Ampat Letkol Czi, Tri Wibowo Angga Astono saat coffe morning dengan sejumlah pewarta, di Makodim, di Waisai ibukota kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, Jum’at (25/4/2025).
Sementara target dari Kementerian Partanian (Kementan) khusus Raja Ampat untuk swsembada pangan yang ditekankan ke TNI AD itu 175 (seratus tujuh puluh lima) hektar tambah tanam.
“Sebenarnya seratus tujuh puluh lima hektar itu luas tambah tanam, luas tambah tanam itu bukan sawahnya seratus tujuh lima hektar tapi pernah menanam dengan luasan tersebut,” tutur Dandim.
Menurutnya, kalau menanam sampai 3 (tiga) kali maka bisa memenuhi target. Namun, secara swasembada masih belum memenuhi kebutuhan Raja Ampat.
“Saya tanya ke Bulog, kita belum bisa karena kita masih mendatangkan beras dari luar Raja Ampat, dan beras petani di Salawati Tengah itu banyak untuk konsumsi pribadi saja,” terang Tri Wibowo perwira menengah TNI berpangkat 2 melati dipundaknya.
Ia mengaku berbagai kendala yang dihadapi diantaranya terkait infrastruktur pengairan,dan Sumberdaya Manusia. “Walau demikian, Kodim 1805/Raja Ampat (TNI AD) terus berupaya untuk mewujudkan swasembada pangan di wilayah Raja Ampat,” ungkap Letkol Tri wibowo yang diketahui Alumni Akmil 2004.
“kami juga mendapat perintah untuk menyiapkan lahan demplot seluas 5 (lima) hektar didalamnya untuk pertanian, peternakan dan perikanan,” pungkasnya.
Tim Liputan medianasional.id






