Bantul, medianasional.id – Keberadaan peternakan Babi di pedukuhan Kuroboyo, Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Pandak tuai kritikan warga, hal tersebut di sampaikan saat audensi di Aula Pol PP Bantul Kamis, 23/4/2026.
Dalam audensi tersebut Kasat Pol PP, R. Jati Bayu Broto,S.H. M.Hum,di dampingi perwakilan dari Dinas DPMPTSP, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian juga, perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup, menyampaikan terimakasih kepada lurah Caturharjo yang mendampingi warganya untuk menyampaikan aspirasi.
Langkah ini sudah tepat dan sesuai jalur, dan Alhamdulillah saat ini kita juga bisa memghadirkan dinas dinas terkait untuk menanggapi keluhan warga, ungkapnya.
Jati juga mengatakan akan segera berkoordinasi dan menindak lanjuti untuk mengecek lokasi, sedangkan untuk penutupan usaha tidak bisa serta merta karena harus ada regulasi dan tahapan yang harus di penuhi, katanya.
Sedangkan perwakilan dari Dinas perizinan menyampaikan bahwa, setiap usaha yang belum memiliki izin pemerintah diwajibkan untuk mendampingi perizinan, sedangkan usaha peternakan babi tersebut juga belum memiliki izin, katanya.
Namun usaha tersebut tentunya juga harus berbagai persyaratan, serta harus memperhatikan dampak lingkungan, tambahnya.
Peternakan babi tersebut sangat dirasakan warga, selain di takutkan mencemari air aromanya juga sangat menyengat meski hanya dalam waktu waktu tertentu, ungkap Supoyo, salah satu warga yang ikut dalam audensi.
Selain itu juga ada beberapa warga yang beberapa kali terkena Demam Berdarah, dan bahkan jamaah gereja juga mengeluh karena saat beribadat mencium aroma yang tak sedap, tambahnya.
Para warga sepakat untuk peternakan babi trrsebut di tutup dan di ganti dengan usaha peternakan yang lain, ungkap mereka.
Lurah Caturharjo, juga menyampaikan silahkan melakukan usaha peternakan namun tetap harus memperhatikan dampak lingkungan, hal tersebut tentunya untuk menjaga hubungan yang harmonis antar warga sehingga di tetap ayem tentrem, ungkapnya. (Wid)






