
Ternate, medianasional.id – Rapat Kordinasi Daerah (Rakorda) Majelis Ulama Indonesi (MUI) Provinsi Maluku Utara Tahun 2019 M./1441 H, dengan resmi di buka oleh Wakil Gubernur Maluku Utara Ir H.M Al Yasin Ali, Sabtu (23/11/2019).
Rakorda tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua MUI Pusat Dr KH.Sodikun M.Si, Staf ahli Walikota Ternate, Kepala Kementrian Agama Maluku Utara disertai dengan peserta yang terdiri dari seluruh ketua MUI Kabupaten Kota di Maluku Utara.
Kegiatan ini juga bertajuk dengan tema “mempertegas Islam Watasiah Untuk Indonesia Maju dan Berperadaban”.
Ketua MUI Maluku Utara Dr. Samlan Hi Ahmad mengatakan bahwa rakorda ini bertujuan untuk mengetahui infromasi tentang persoalan di setiap Kabupaten Kota untuk merkat ukhuwah Islamiyah (persaudaraan umat Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan bangsa), dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan umat manusia). oleh karena itu tema ini mengangkat kegiatan dengan tema islam watasiah yang artinya pergerakan pemahaman islam yang berda pada garis tengah tengah dan tidak lemah dan tidak juga keras.
Ia juga menuturkan semoga nantinya Maluku Utara termasuk satu provinsi yang aman dari persoalan latar belakang agama atas peran aktif MUI Provinsi maupun kabupaten kota dengan menguatkan islam wathaniyah di tengah tengah masyarakat sesuai dengan kiprah di masyarakat itu sendiri.
Wakil Ketua MUI Pusat Dr KH.Sodikun M.Si dala sambutanya mengatakan rakorda ini tidak semuanya MUI di Indonesia melaksanakan, tetapi dirinya sangat kagum bahwa Maluku Utara secara organisatoris yang ingin melaksanakan amanah MUI untuk melaksanakan rakorda dengan menghadirkan pimpinan MUI kabupaten kota.
“Ini amanah organisasi kalau dalam islam adalah amanat ummat yang sudah tentunya amanat Nabi Muhammad SAW jadi perlu di tingkatkan,” Ucapnya.
Dijelaskan, MUI tidak hanya organisasi dan berkumpul, tetapi mengemban sebuah amanah yang fundamental karena ini amanat nabi dan kita tidak akan maju ketika sendirian. Menuju indonesia maju, mengisyaratkan ada sebuah solidaritas antara umat islam yang sangat di butuhkan oleh pemerintah.
Diketahui, hanyalah tiga provinsi yang menjalankan rakorda berdasarkan amanat organisasi yang hakikinya adalah amanat nabi Muhammad SAW swbagaimana Islam wasatia ini menghadirkan pradikma rasa aman dan nyaman.
Sementara, wakil gubernur Maluku Utara Ir.H.M AL YASIN ALI,MT sekaligus membuka acara tersebut mengatakan Keberadaan MUI sejatinya adalah untuk melindungi ummat dari pemahaman aqidah yang melenceng dari Alqur’an dan Sunnah, ideology yang merusak agama dan persatuan bangsa.
Keyakinan yang menyimpang, pemikiran dan akhlak yang buruk seperti bahaya LGBT dan penyimpangan sosial lainnya. Disamping itu keberadaan MUI juga untuk melindungi ummat dari makanan, minuman, obat-obatan, dan kosmetik yang haram serta melindungi ummat dari ekonomi riba dengan membangun perekonomian syariah.
Untuk itu, Sinergitas antara ulama dan umaro dalam menghadapi tantangan di era distrubsi tekhnologi informasi dan komunikasi sekarang ini amat sangat diperlukan. Pelaksanaan Rapat Koordinasi pada hari ini diharapkan nantinya agar menghasilkan rumusan-rumusan untuk program kerja yang realistis dan implementatif dalam penguatan peran ulama untuk kemaslahatan ummat dan sinergitasnya dengan pemerintah sebagai Umaro, melalui rekomendasi-rekomendasi kepada pemerintah daerah yang nantinya yang bisa menjadi pedoman dalam pengambilan kebijakan-kebijakan mengingat tantangan kedepan dalam permasalahan ummat akan lebih besar lagi.
Ia juga mengucapkan, Selamat dan Sukses atas pelaksanaan Rakorda MUI Provinsi Maluku Utara tahun 2019 ini semoga Allah SWT. Tuhan yang Maha Kuasa senantiasa meridhoi langkah Langkah dengan memberikan yang terbaik bagi masyarakat, Bangsa dan Negara yang kita cintai.
