Manggarai Barat, Medianasional.id – Tim TNI dari Provinsi Bali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak pasca gempa di Bari, Kecamatan Macang Pacar,Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat, 4 September 2026.
Bantuan tersebut dipimpin langsung oleh Kapten Infanteri Made Mahardika selaku ketua tim. Ia mewakili Komandan Korem (Danrem) 163/Wira Satya Provinsi Bali, Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadi Saputra, SH.
*Bantuan apa yang diberikan*
Jenis bantuan yang disalurkan meliputi matras, terpal, kebutuhan sembako, beras, selimut, pakaian layak pakai, susu bayi, popok, tas, dan alat tulis untuk para siswa. Selain bantuan logistik, tim juga memberikan terapi hiburan kepada anak-anak dan warga di pengungsian sebagai upaya pemulihan trauma pasca bencana.
“Kami hadir untuk memberikan bantuan yang seadanya dan Ini bentuk kepedulian sesama sesuai visi Bapak Danrem. Di Bali dikenal Tri Hita Karana, hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam, dan saat ini kami jalankan Tri Hita Karana itu, manusia dengan manusia,” ujar Kapten Made Mahardika di lokasi.
*Sasaran dan penyaluran*
Fokus penyaluran bantuan diarahkan ke Kabupaten Manggarai Barat. Sebagian bantuan telah diserahkan kepada BPBD setempat dan selanjutnya akan didistribusikan sesuai data korban terdampak.
Tim akan menjangkau di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Macang Pacar, Pacar, dan Kuwus. Saat penyaluran, tim berada di Dusun Labu Liang, Desa Bari, Kecamatan Macang Pacar.
Bantuan ini merupakan inisiatif bersama dari Gubernur Bali, Danrem 163 Wira Satya, para Dandim sejajaran Korem 163 Wira Satya, para Bupati se-Bali, serta dari unsur Forkopimda Bali.
Menurut Made Mahardika, kehadiran tim bertujuan meringankan beban warga yang sedang menghadapi bencana alam. Selain kebutuhan dasar, aspek psikologis juga menjadi perhatian agar anak-anak dapat kembali bermain dan belajar, serta orang tua bisa kembali bekerja seperti semula.
Sementara Kepala Dusun Labu Liang, Desa Bari, Sugianto, menyampaikan terima kasih atas bantuan dari TNI Provinsi Bali yang didampingi anggota Koramil Macang Pacar.
Sugianto menjelaskan 99 persen warga Dusun Labu Liang berprofesi sebagai nelayan. Saat ini mereka belum bisa melaut karena dampak gempa dan angin laut yang masih kencang.
“Warga kami sampai saat ini masih mengungsi di tenda-tenda. Bantuan ini sangat membantu karena bisa mengurangi pengeluaran kebutuhan sehari-hari,” kata Sugianto.
Di Dusun Labu Liang tercatat ada sekitar 17 tenda pengungsian yang ditempati kurang lebih 60 warga terdampak gempa bumi.






