Terseret Arus Saat Air Pasang, Operator Sound System Asal Halmahera Utara Hilang di Pantai Bido Morotai

Maluku Utara1412 Dilihat

Pulau Morotai, Medianasional.id – Seorang pemuda asal Kabupaten Halmahera Utara dilaporkan hilang setelah terseret arus saat berenang di Pantai Desa Bido, Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai, pada Rabu (15/7/2026) sore. Dua rekan korban berhasil menyelamatkan diri, sementara upaya pencarian terhadap korban hingga kini masih terus diupayakan oleh aparat kepolisian, Basarnas, dan warga setempat.

Korban hilang diidentifikasi bernama Jeit Toga, warga Desa Meti, Kecamatan Tobelo Timur, Halmahera Utara. Sementara dua rekannya yang selamat adalah Sem Kristian Bilangua (16) dan Kristofel Fredik Bilangua (20), yang juga berasal dari desa yang sama.

Kronologi Kejadian: Terjebak Pasang Naik

Peristiwa nahas ini bermula ketika ketiga pemuda tersebut berenang di Pantai Bido sekitar pukul 17.30 WIT. Saat itu, kondisi air laut sedang surut, sehingga mereka memutuskan untuk berenang cukup jauh ke area yang tampak dangkal.
Nahas, sekitar 30 menit berselang, air laut mulai pasang dengan cepat disertai arus yang menguat. Ketiganya pun berusaha berenang kembali ke daratan. Namun di tengah perjalanan, korban Jeit Toga diduga mengalami kelelahan ekstrem.

Melihat korban kepayahan, Sem Kristian sempat meminta korban untuk berpegangan pada Kristofel Fredik. Sem kemudian berenang lebih cepat ke tepian untuk meminta bantuan warga. Sayangnya, akibat kehabisan tenaga, Jeit Toga terlepas dan tenggelam sebelum bantuan tiba.

Respons Cepat Kepolisian dan Evakuasi Korban Selamat

Mendapat laporan dari warga bernama Olden Tjoha (45) via aplikasi WhatsApp sekitar pukul 19.00 WIT, personel Polsek Morotai Utara langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian (TKP).
Bersama warga Desa Bido, polisi langsung melakukan penyisiran. Upaya ini berhasil menyelamatkan Kristofel Fredik Bilangua, sedangkan Sem Kristian Bilangua sebelumnya telah berhasil mencapai daratan dengan selamat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiga pemuda tersebut baru saja tiba di Pulau Morotai pada Selasa (14/7/2026). Mereka datang untuk bekerja sebagai operator sound system pada acara pesta pernikahan di Desa Bido yang rencananya digelar pada Kamis (16/7/2026).

Pencarian Sempat Ditangguhkan, Basarnas Diterjunkan

Hingga berita ini diturunkan, Jeit Toga belum berhasil ditemukan. Proses pencarian malam tadi sempat dihentikan sementara karena kondisi pasang naik yang dinilai membahayakan keselamatan tim penyelamat. Penyisiran rencananya akan kembali dilanjutkan begitu kondisi air laut mulai surut.

Wakil Bupati Pulau Morotai, Rio Cristian Pawane, yang kebetulan berada di Desa Bido saat kejadian, langsung turun tangan berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) guna memperkuat armada dan memperluas jangkauan pencarian.

Imbauan Kapolsek Morotai Utara

Kapolres Pulau Morotai melalui Kapolsek Morotai Utara mengimbau keras kepada masyarakat dan pendatang untuk selalu waspada saat beraktivitas di wilayah pesisir.

– Perhatikan Pasang Surut: Selalu memantau pergerakan pasang surut air laut sebelum berenang.
– Hindari Area Berisiko: Tidak berenang terlalu jauh ke tengah laut atau di area yang memiliki arus kuat tanpa pengawasan.
– Utamakan Keselamatan: Segera melapor ke pihak berwenang jika melihat tanda-tanda cuaca buruk atau perubahan arus yang ekstrem.

Pihak kepolisian memastikan situasi di sekitar lokasi kejadian saat ini tetap aman dan kondusif. Koordinasi lintas sektor terus dilakukan agar korban dapat segera ditemukan.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses