BANYUMAS, medianasional.id – Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwarda Jawa Tengah Tahun 2026 resmi memasuki wilayah Kwartir Cabang (Kwarcab) Banyumas setelah diserahterimakan dari Kwarcab Purbalingga di Lapangan Desa Silado, Kecamatan Sumbang, Minggu (6/9/2026). Prosesi serah terima estafet dilakukan langsung oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono bersama Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani.
.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sadewo membacakan amanat tertulis dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfiselaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Jawa Tengah. Melalui sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran kwartir, pembina, pendamping, serta anggota Pramuka yang konsisten menjaga tradisi tahunan ini. Momentum ETK 2026 ini sekaligus bertepatan dengan peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Provinsi Jawa Tengah.
.
Gubernur menekankan bahwa pelaksanaan ETK tahun ini mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil, dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan”. Tema ini menjadi amanat bagi Gerakan Pramuka agar terlibat aktif dalam memperkuat kedaulatan bangsa lewat inovasi di sektor pangan.
.
Visi tersebut dinilai selaras dengan prinsip pembangunan Jawa Tengah, yakni “Ngopeni dan Nglakoni”:
- Ngopeni: Menjadi simbol kepedulian Pramuka dalam merawat bumi, menjaga kesuburan tanah, mendampingi petani, serta melestarikan lingkungan di setiap wilayah yang dilalui rute estafet.
- Nglakoni: Mencerminkan ketangguhan, disiplin, dan kerja keras anggota Pramuka dalam mengimplementasikan keterampilan hidup melalui aksi nyata di tengah masyarakat.
Melalui integrasi nilai Pramuka dan prinsip Ngopeni Nglakoni, Pramuka Jawa Tengah diharapkan mampu menjadi benteng moral sekaligus pelopor pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Selain sebagai sarana syiar pesan positif dan kedamaian, ajang ETK 2026 ini juga diproyeksikan menjadi ruang sinergi yang kuat antara Pramuka, pemerintah daerah, dan masyarakat luas.





