Taryo Polisikan Pelaku Pemukulan, Hingga Kuat Dugaan Keterlibatan Sekdes Werdi Sebagai Dalang Provokator

Pekalongan654 Dilihat

Pekalongan,medianasional.id
Persitiwa terjadinya pemukulan yang dialami saudara Taryo (42) tahun warga Werdi Barat RT. 01/RW.01 Desa Werdi Kec.Paninggaran Kab. Pekalongan. Berawal dari hilangnya Hp milik saudari Siti Amanah (58) tahun yang diambil Taryo, baik korban maupun pelaku masih keluarga dekat.

Saat dikonfirmasi awak media Taryo membenarkan bahwa ia telah khilaf karena adanya kebutuhan, dan tidak ada apapun yang bisa ia perbuat, akhirnya saya ambil Hp saudari Siti Amanah dan saya gadaikan di kawan, sebesar Rp. 350.000, namun memang tujuan Saya tak gadai, bukan saya jual,”terangnya.

Selang sehari tepatnya Minggu, 12 Mei karena Siti Amanah merasa kehilangan, Saya mendatangi rumahnya dan menyampaikan permohonan maaf karena telah khilaf mengambil hpnya, setelah itu hp saya kembalikan dan saya juga sudah meminta maaf ke beliau nya. (Jum, at, 24/V/24).

Kronologis kejadian peristiwa pemukulan yang dialami saudara Taryo yang dilakukan Ulin dan Taupik, terjadi pada hari Minggu, 12 Mei, sekitar pukul 16.00 lewat WIB dikediaman Siti Amanah, kejadian tersebut terjadi setelah saudara Taryo mendatangi kediaman saudari Siti Amanah untuk mengembalikan Handphone yang ia ambil.

Setelah Hp diterima Siti Amanah, Taryo mengutarakan permohonan maaf atas perbuatannya kepada saudari Siti Amanah, dan permintaan maafpun diterima oleh Siti Amanah.

Taryo menuturkan, “Selang berapa lama kemudian datanglah pemuda beramai ramai dan Sekdes Werdi Gunawan Fajri ke kediaman saudara Siti Amanah, dan Sekdes Werdi merasuk masuk dan menyampaikan ke Taryo, “aku kuwi kurang apik piye karo kowe, beras tak bagi, (saya kurang baik bagaiamana sama kamu, beras juga saya kasih” ungkap Taryo mengutip perkataan Gunawan.

“Kalau terkait beras diceritakan, ya gak masuk akal, wong beras itu bantuan dari sumber negara, baik BLT maupun PKH ya harus diberikan kepada penerimanya, kok bisanya bilang beras yang ngasih Sekdes, memang uangnya,”terang Taryo.

Taryo menambahkan, yang paling menyakitkan lagi, Sekdes Gunawan Fajri seolah – olah menuduh saya terlibat dalam beberapa pencurian di dukuh Werdi, terkait ada warga yang kehilangan emas, dan uang, Sekdes juga secara terang terangan dan keras menekan saya untuk mengakuinya, karena saya gak merasa melakukan, saya gak mau ngaku.

“Atas dasar tekanan tersebut membuat beberapa pemuda marah dan masuk menjambak, membenturkan kepala saya, juga ada yang memukul rahang saya hingga berdarah,” Taryo menyesalkan atas apa yang dilakukan para pelaku, dan semestinya, karena dilokasi tersebut ada Sekdes Werdi, harusnya bisa meredam warga, bukan malah terkesan provokator.

Dalam keterangannya Siti Amanah juga membenarkan, bahwa terjadinya pemukulan yang dilakukan beberapa pemuda,diantaranya Ulin dan Taufik Sehingga berdarah, Saya melihat Taryo berdarah, langsung merangkul Taryo meminta agar pemuda tidak memukulnya lagi dan meminta untuk menyudahi keributan, lalu saya bersihkan wajahnya dengan baju yang saya pakai,”terang Siti Amanah.

Guna menguak persoalan tersebut awak media menghubungi Lukman Kepala Desa Werdi, dan dikirimlah kontak telpon Sekdes Werdi Gunawan Fajri, selanjutnya awak media mencoba kontak lewat watshap pada hari Senin, 19 Mei namun tidak dijawab.

Selanjutnya awak media melakukan konfirmasi kepada Lukman Kepala Desa Werdi, terkait adanya peristiwa pemukulan yang dialami Taryo yang dilakukan Ulin dan Taupik, dimana dugaan kuat adanya provokator / keterlibatan Gunawan Fajri selaku Sekdes.

Dalam pesan chat whatsapp, Lukman menyampaikan,”mohon maaf karena HP Sekdes tidak aktif pak, tadi Saya telpon HP perangkat desa terus hp nya diberikan Pak Sekdes, kata Pak Sekdes beliau justru menengahi Pak”mengutip pesan chat whatsapp kepala desa Werdi.

Guna mengungkap persoalan tersebut, awak media akan melakukan pendalam dan mengawal kasus tersebut hingga tuntas, setelah kejadian tersebut, saudara Taryo selaku korban telah menunjuk kuasa pendamping untuk melakukan langkah – langkah upaya hukum dengan melaporkan para pelaku ke Polsek Paninggaran. # Sukirno. Bersambung………………

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses