LABUAN BAJO, Medianasional.id – Kapal wisata semi-phinisi KM Yukai berukuran 55 GT tenggelam setelah menabrak gugusan karang dangkal di perairan Tanjung Sture, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (27/9/2026) pagi. Seluruh penumpang dan awak kapal dilaporkan selamat.
Kapal wisata KM Yukai tenggelam saat membawa 19 orang, terdiri dari 13 wisatawan dan 6 Anak Buah Kapal (ABK). Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden tersebut. Nahkoda kapal, Armansyah (32), beserta seluruh ABK selamat.
Dari 13 wisatawan, 7 di antaranya merupakan Warga Negara Asing (WNA) yang terdiri dari 2 warga Belgia, 1 warga Italia, 2 warga Prancis, dan 2 warga Malaysia. Enam orang lainnya merupakan WNI termasuk seorang pemandu wisata.
Peristiwa terjadi pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 06.30 WITA di perairan Tanjung Sture, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.
Kasat Polairud Polres Manggarai Barat, IPTU Leonardo Marpaung, http://S.IP., menjelaskan kapal saat itu sedang berlayar dari area mooring Pulau Kelapa menuju Pulau Bidadari untuk kegiatan snorkeling.
“Peristiwa naas tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WITA ketika kapal sedang dalam pelayaran dari area mooring Pulau Kelapa menuju Pulau Bidadari untuk kegiatan snorkeling,” ujar Leonardo.
Berdasarkan data awal petugas, kapal melintas di Tanjung Sture saat kondisi air laut sedang surut. Kapal diduga tidak mengikuti alur pelayaran yang benar dan mengabaikan rambu navigasi di ujung tanjung. Akibatnya, lambung bawah kapal menghantam terumbu karang dangkal hingga bocor serius, miring ekstrem, lalu tenggelam.
Saat kejadian, dua kapal wisata di sekitar lokasi, KM NK Jaya 01 dan KM Alfatran, dengan sigap mengevakuasi para penumpang menggunakan sekoci.
Menerima laporan pukul 06.35 WITA, Satpolairud Polres Manggarai Barat bersama Tim SAR Gabungan mengerahkan 21 personel dan 6 armada cepat terdiri dari 5 unit Rigid Inflatable Boat (RIB) dan 1 unit interceptor. Personel gabungan berasal dari Ditpolairud Polda NTT, Korpolairud Baharkam Polri melalui KP Kasturi 6002 dan KP Bima 7014, KSOP Labuan Bajo, serta Basarnas Labuan Bajo.
“Fokus utama kami saat menerima informasi adalah memastikan keselamatan seluruh jiwa di atas kapal. Tim langsung menyisir badan kapal untuk memastikan tidak ada korban yang terjebak di dalam kabin maupun ruang mesin,” tegas Leonardo.
Sekitar pukul 08.15 WITA, seluruh korban berhasil dibawa ke dermaga dalam kondisi selamat dan langsung menjalani pemeriksaan medis serta pendataan.
Meski tanpa korban jiwa, kerugian material ditaksir mencapai Rp 1 miliar. Saat ini Satpolairud Polres Manggarai Barat tengah melakukan pemeriksaan intensif terhadap nahkoda dan jurumudi untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan, serta berkoordinasi dengan KSOP Labuan Bajo untuk pengamanan bangkai kapal agar tidak mengganggu alur pelayaran wisata dan proses salvage barang milik wisatawan.






