Raja Ampat, medianasional.id- Sebagai bentuk komitmen 6 (enam) Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat periode 2024-2029 mengikrarkan dan sepakat menandatangani berita acara “Deklarsi Kampanye Damai” dalam rangka untuk terciptanya kedamaian serta suksesnya pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Raja Ampat 2024.
Penandatanganan “Deklarasi Kampanye Damai” itu disakasikan Bawaslu unsur Forkopimda, masyarakat setempat dan dipandu penyelenggara Pilkada, yaitu KPUD Raja Ampat, di pantai Waisai Torang Cinta (WTC), kemarin (24/9/2024) sore.
Ada 3 (tiga) poin penting dalam naskah “Deklarasi Kampanye Damai”, diantaranya :
1. Mewujudkan Pemilihan yang langsung, umum, bebas rahasia, jujur dan adil
2. Melaksanakan kampanye pemilihan yang aman, tertib dan damai, berintegritas, tanpa HOAX tanpa politisasi SARA dan tanpa politik uang
3. Melaksanakan kampanye pemilihan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Untuk diketahui, masyarakat berbagai kalangan menyaksikan tiga poin penting tersebut diucapkan, dijanjikan enam Paslon Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat periode 2024-2029 diantaranya, Paslon Nomor 5 (lima) “RUBI” Ria Siti Nuruliah Umlati dan Benoni Saleo, Paslon Nomor 6 (enam) “HARUM” Hasan Makasar dan Yoris Rumbewas.
Kemudian Paslon Nomor urut 1 (satu) “ORMAS” Orideko Iriano Burdam dan Mansyur Syahdan, Paslon Nomor 3 (tiga) “CERIA” Charles AM Imbir dan Reynold M Bula, Paslon Nomor 2 (dua) “HATI” Hasbi Suaib dan Martinus Mambraku, serta Paslon Nomor urut 4 (empat) “SELARAS” Selviana Wanma dan Arsad Macap.
Ketua KPUD Raja Ampat, Arsyad Sehwaky dalam sambutannya menyampaikan, baru saja kita saksikan secara bersama-sama ikrar “Deklarasi Kampanye Damai” dan pernyataan sikap untuk bersama-sama berkaloborasi bergandengan tangan untuk menyelenggarakan pemilihan berdasarkan asas pemilihan langsung umum, bebas rahasia, jujur dan adil demikian pula ada komitmen yang dinyatakan oleh peserta pemilihan untuk bersama-sama melaksanakan pemilihan yang sehat melaksanakan kampanye yang sehat tidak saling mengumbar ke negatifnya tetapi mempromosikan, menunjukkan hal-hal baik bagi dirinya.
“Karena pada dasarnya kampanye adalah upaya untuk meyakinkan pemilih untuk memilih peserta pemilihan karena aspek-aspek positif keunggulan-keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh masing-masing peserta pemilihan,” ujar Ketua KPUD Raja Ampat.
Dikatakannya, pihaknya (KPUD Raja Ampat Red) meyakini pemilihan sebagai sarana integrasi bangsa, yang terpenting adalahi pada hari Rabu tanggal 27 November 2024 semua peserta pemilihan pasti saling bersaing saling berkompetisi untuk mendapatkan simpati dukungan dari rakyat.
” Mulai dari tanggal 25 September masa kampanye dimulai. Namun demikian tidak akan terjadi secara keras antara peserta pemilihan, dan kami juga meyakini bahwa peserta pemilihan semua ini bersahabat semua berteman dan semua bersaudara dengan demikian sindir menyindir saya kira kecil kemungkinan akan terjadi. karena sama-sama tahu titik lemah dan sama-sama tahu kekuatan dari masing-masing Paslon,” terang Arsyad Sehwaky.
Menurutnya, seluruh tahapan Plikada, mulai penyelenggaraan kampanye dan sampai penghitungan suara nanti hingga sampai hasil akhir pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat 2024 tidak bisa dikerjakan KPU sendirian
“Perlu ada kerjasama, kolaborasi semua pihak, masyarakat dari berbagai kalangan semuanya berkomitmen untuk menyukseskan Pilkada 2024 di Raja Ampat,” tandas Ketua KPUD Raja Ampat.
Tim Liputan medianasional.id






