Spanduk Menohok di Jalan Berlubang Pringsewu: “Sedang Ada Perbaikan Oleh Rakyat

Uncategorized671 Dilihat

Pringsewu, medianasional.id – Aksi protes terhadap jalan rusak kembali mencuat di Provinsi Lampung. Kali ini, masyarakat Kabupaten Pringsewu turun tangan sendiri memperbaiki jalan berlubang secara swadaya.

Tak hanya itu, aksi mereka semakin menohok dengan pemasangan spanduk bertuliskan “ SEDANG ADA PERBAIKAN JALAN OLEH RAKYAT “, sebagai bentuk sindiran terhadap pemerintah yang dinilai lamban dalam menangani infrastruktur jalan.

Aksi ini diunggah oleh Erika Widiastuti, melalui akun Instagram-nya @atu.erika. Dalam unggahannya, ia membagikan momen ketika kelompok Pemuda Pringsewu Bersatu bergerak memperbaiki jalan secara mandiri, tanpa bantuan pemerintah.

Terlihat mobil pikap membawa perbaikan material seperti pasir dan semen, sementara spanduk protes terpampang jelas di lokasi perbaikan.

Dalam keterangannya, Erika menjelaskan bahwa aksi ini dilakukan atas nama kemanusiaan dan kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan.

“Atas Nama Kemanusiaan dan Kepedulian terhadap Keselamatan Nyawa Pengguna Jalan, kami RAKYAT (Pemuda Pringsewu Bersatu) menyatakan sikap untuk turun langsung ke jalanan melakukan upaya SOLUTIF memperbaiki jalanan rusak & berlubang secara SWADAYA !!!”

Menurut Erika, perbaikan ini dilakukan secara mandiri dengan sumber dana yang berasal dari donasi dan gotong royong masyarakat, tidak hanya dari Kabupaten Pringsewu, tetapi juga dari berbagai daerah lain yang turut berempati terhadap kondisi ini.

“Yaa betul, empati terhadap respon dan kepedulian MATInya baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat!!! Sebab buruknya infrastruktur yang ada telah nyata mengakibatkan banyak korban kecelakaan. Apalagi dari data kepolisian setempat, sudah 10 korban meninggal dunia selama satu bulan terakhir akibat laka juga,” tulisnya dalam caption unggahan.

Lebih lanjut, ia menyampaikan tentang kebijakan efisiensi anggaran yang digaungkan oleh pemerintah pusat, menilai apakah rakyat harus terus diam dan menunggu korban berikutnya.

“Di tengah gempuran efisiensi anggaran dari kepemimpinan @prabowo @gibran_rakabuming, akankah rakyat hanya duduk berdiam dan menunggu korban selanjutnya berjatuhan??? Sudah bukan saatnya mengambil siapa yang paling bertanggung jawab atas semua ini!!! Yang jelas telah nyata bahwa pemerintah GAGAL memberikan fasilitas umum & infrastruktur, terutama jalan yang layak untuk masyarakat!!!”

Terkait aksi ini, Erika mengaku tak mengira respon masyarakat begitu besar. Menurutnya, hampir 95 persen masyarakat mendukung gerakan ini, meskipun ada beberapa pihak yang menilai aksi ini sebagai bentuk kritik tajam terhadap pemerintah.

“Alhamdulillah hampir 95 persen masyarakat mendukung gerakan ini, tapi mungkin ada buzzer yang tidak setuju atau merasa gerakan ini menyudutkan pemerintah,” kata Erika dalam keterangannya, Jumat (7/3/2025).

Ia juga menegaskan bahwa aksi ini bukan bertujuan untuk mencari panggung, melainkan murni lahir dari keresahan masyarakat akibat meningkatnya angka kecelakaan di jalan-jalan yang rusak yang tidak kunjung diperbaiki.

“Dari banyaknya kejadian laka juga, masyarakat geram dan berinvestasi, ini bagaimana? Mengapa tidak ada tindak lanjut atau tanggapan? Sehingga, tercetuslah aksi perbaikan jalan swadaya ini,” jelasnya.

Menurutnya, sebelum turun langsung ke jalan, masyarakat sudah mencoba berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Pringsewu. Namun, upaya tersebut hanya sebatas janji tanpa ada realisasi nyata.

“Ini tanggung jawab pemerintah, tapi pemerintah tidak bisa memberi rasa aman dan nyaman kepada warganya. Akhirnya, masyarakat memilih bergerak sendiri dibandingkan harus menunggu janji. Jadi ya sudah, swadaya saja, dananya kita open donasi,” tegasnya.

Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat tak lagi sekadar menunggu dan mengeluh, melainkan langsung bergerak mencari solusi.

Di sisi lain, hal ini juga menjadi kritik keras bagi pemerintah agar lebih serius dalam menangani infrastruktur jalan yang berperan penting dalam keselamatan masyarakat. (Jum)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses