Lampung Barat, Medianasional.id – Dalam upaya mengoptimalkan pendampingan minat dan bakat sekaligus memetakan potensi psikologis peserta didik secara ilmiah, SMA Negeri 1 Batu Brak sukses melaksanakan kegiatan DSMART MBTI pada Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 44 siswa, yang terdiri dari peserta didik kelas X dan XII. Pelaksanaan berlangsung langsung dari ruang kelas masing-masing dengan memanfaatkan perangkat gawai atau smartphone yang terhubung ke sistem digital.
DSMART atau Diagnostic Students Mapping for Academic Readiness Test merupakan aplikasi yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung. Dalam pelaksanaannya, DSMART dipadukan dengan instrumen Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) untuk memberikan gambaran lebih menyeluruh mengenai karakter dan kecenderungan peserta didik.
Guru Bimbingan Konseling (BK) SMA Negeri 1 Batu Brak, Oktaria Madiana, S.Pd., Gr, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya sekolah dalam mengenali karakter, gaya belajar, minat, serta potensi siswa secara lebih terarah.
Menurutnya, hasil pemetaan tersebut diharapkan dapat membantu guru BK maupun pihak sekolah dalam memberikan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik.
“Program ini bertujuan memberikan gambaran mengenai profil kepribadian, gaya belajar, minat dan potensi siswa, serta kesiapan akademik mereka. Dengan adanya pemetaan ini, kami berharap siswa dapat lebih mengenali dirinya sehingga tidak salah dalam menentukan pilihan jurusan pendidikan maupun arah karier di masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Batu Brak, Hamdani, S.Pd., menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi dalam proses pemetaan karakter dan potensi siswa memberikan efisiensi sekaligus menjadi sumber data pendukung bagi sekolah dalam melakukan pendampingan.
“Melalui tes kepribadian berbasis digital ini, hasil analisis siswa dapat diperoleh secara lebih cepat dan terukur. Ini akan menjadi kompas penting bagi guru Bimbingan Konseling serta orang tua dalam mengarahkan potensi terbaik anak-anak kami menuju masa depan mereka,” ungkap Hamdani.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pelaksanaan DSMART MBTI berlangsung tertib dan kondusif. Para siswa terlihat fokus mengisi instrumen penilaian dan menjawab setiap pertanyaan secara mandiri menggunakan smartphone masing-masing.
Kegiatan tersebut mengusung moto “Uji Kemampuan, Asah Karakter, Raih Prestasi”, dengan menekankan pentingnya kejujuran siswa dalam memberikan jawaban agar hasil pemetaan dapat menggambarkan kondisi dan karakter peserta didik secara optimal.
Pihak sekolah berharap hasil DSMART MBTI Tahun Ajaran 2026/2027 dapat menjadi data pendukung bagi para pendidik dalam menyusun pendekatan pembelajaran yang lebih personal, sekaligus membantu siswa mengenali kekuatan dan potensi dirinya.
Dengan demikian, pemetaan tersebut tidak hanya menjadi sebuah tes, tetapi juga dapat menjadi langkah awal dalam membantu setiap siswa menentukan arah pendidikan dan masa depan sesuai dengan karakter, minat, serta kemampuan yang dimilikinya.






