Prihatin Kondisi Fasilitas Sekolah, SMA Negeri 1 Batu Brak Berharap Tersentuh Revitalisasi

Lampung Barat218 Dilihat

Lampung Barat, Medianasional.id – Kondisi sarana dan prasarana pendidikan di SMA Negeri 1 Batu Brak, Kecamatan Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat, menjadi perhatian pihak sekolah dan tokoh masyarakat. Mereka berharap Pemerintah Provinsi Lampung memberikan perhatian terhadap kebutuhan pembangunan dan revitalisasi fasilitas sekolah, baik pada Tahun Anggaran 2026 maupun 2027.

Kepala SMA Negeri 1 Batu Brak, Hamdani, S.Pd., mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah mengusulkan pembangunan dan peningkatan fasilitas pendidikan setiap tahun. Pengusulan terakhir, kata dia, disampaikan pada 2025.

“Setiap tahun kita usulkan, terakhir 2025 kemarin,” ungkap Hamdani.Selasa (13/10/2026)

Menurutnya, masih terdapat sejumlah fasilitas yang membutuhkan perhatian, di antaranya sarana olahraga yang hingga kini belum tersedia serta ruang laboratorium yang dinilai belum memadai untuk mendukung kegiatan pembelajaran.

Keterbatasan fasilitas tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah dalam mengembangkan kegiatan pendidikan dan menarik minat calon peserta didik.

“Bagaimana ada ketertarikan siswa masuk ke sekolah SMA ini kalau fasilitasnya jauh dari yang diharapkan,” ujarnya.

Kondisi Plafon Ruangan Jadi Perhatian

Gambaran kondisi fasilitas sekolah terlihat dari dokumentasi salah satu ruangan yang memperlihatkan bagian plafon mengalami kerusakan. Sejumlah bagian plafon tampak terbuka, dengan material yang terlihat rusak dan menggantung.

Kondisi tersebut menjadi salah satu contoh perlunya perhatian terhadap pemeliharaan dan peningkatan sarana prasarana sekolah. Penilaian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan kebutuhan perbaikan serta langkah penanganan yang sesuai.

Pihak sekolah berharap kebutuhan fasilitas tersebut dapat menjadi pertimbangan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung dalam perencanaan pembangunan maupun program revitalisasi satuan pendidikan.

Hamdani berharap usulan yang telah disampaikan secara berkala dapat memperoleh tindak lanjut, sehingga fasilitas sekolah semakin memadai untuk menunjang proses belajar mengajar dan pengembangan potensi peserta didik.

Anthon Cabara Maas Dorong Pemerataan Pendidikan

Harapan serupa disampaikan Anthon Cabara Maas, Ketua LSM Front Rakyat Lampung Barat yang juga masih kerabat dekat Gedung Dalom Kepaksian Pernong Lampung, bergelar Radin Menang Betanding.

Ia menilai keberadaan satuan pendidikan di wilayah pedesaan maupun ibu kota kecamatan merupakan bagian penting dari upaya pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, pemerataan pembangunan pendidikan membutuhkan sinergi antara masyarakat dan pemerintah di berbagai tingkatan.

“Satuan pendidikan yang ada di pedesaan atau ibu kota kecamatan merupakan sarana dan upaya pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa di mana pun berada, di seluruh daerah dalam bingkai NKRI. Itu semua menjadi tanggung jawab kita semua, bersinergi antara rakyat dan pemerintah, dari semua jenjang pemerintahan, mulai dari yang paling bawah sampai Pemerintah Pusat Republik Indonesia,” ungkap Anthon.

Ia juga menyoroti pembagian kewenangan pengelolaan pendidikan. Menurutnya, pendidikan dasar menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, sedangkan pendidikan tingkat SMA sederajat berada dalam kewenangan pemerintah provinsi.

“Atas dasar itu, kita masyarakat Kecamatan Batu Brak berharap kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung dan Bapak Gubernur agar SMA Negeri 1 Batu Brak mendapatkan pembangunan melalui revitalisasi, baik Tahun Anggaran 2026 ini maupun Tahun Anggaran 2027,” harapnya.

Berharap Usulan Mendapat Perhatian

Pihak sekolah dan tokoh masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan dapat meninjau kondisi SMA Negeri 1 Batu Brak, termasuk kebutuhan fasilitas olahraga, ruang laboratorium, dan perbaikan sarana pendukung lainnya.

Mereka berharap kebutuhan tersebut dapat dipertimbangkan berdasarkan hasil pemeriksaan kondisi sekolah, skala prioritas, serta ketentuan program revitalisasi yang berlaku.

Bagi masyarakat Kecamatan Batu Brak, pembangunan fasilitas pendidikan bukan semata-mata tentang bangunan fisik, melainkan juga upaya mendukung kenyamanan belajar dan meningkatkan kesempatan generasi muda memperoleh pendidikan yang lebih baik.

Aspirasi ini diharapkan menjadi perhatian pemerintah agar sekolah di wilayah pedesaan juga memperoleh kesempatan pembangunan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Pemerataan pendidikan harus menjangkau seluruh wilayah. Sebab, setiap anak bangsa berhak memperoleh kesempatan belajar dengan dukungan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses