KOTABARU, medianasional.id – Puskesmas Dirgahayu sukses menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor tingkat kecamatan di Aula Kecamatan Pulau Laut Utara, Kamis (20/8/2026). Pertemuan ini meluncurkan inovasi digital baru bernama ‘Si-Dirgahayu’ sekaligus memperkuat sinergi tiga program kesehatan utama masyarakat.
.
Selain merilis aplikasi, rakor ini fokus pada menyukseskan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dan optimalisasi penelusuran (tracing) Tuberkulosis (TB) terintegrasi CKG.
.
Acara ini dihadiri langsung oleh perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru, Forkopimca, Tim Penggerak PKK, Kemenag, kepala desa, bidan desa, hingga kader kesehatan setempat.
.
Camat Pulau Laut Utara yang diwakili oleh Kasubag Umum dan Kepegawaian (Umpeg), Mas Amah, SE., menyatakan komitmen penuh pihak kecamatan dalam mengawal program ini.
.
“Kami siap memfasilitasi koordinasi lintas sektor ini agar seluruh program kesehatan berjalan efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Mas Amah saat membuka acara.
.
Tiga Program Prioritas Puskesmas Dirgahayu
.
Kepala Puskesmas Dirgahayu, dr. Gunawan Wibisono, menegaskan bahwa keberhasilan agenda kesehatan ini sangat bergantung pada dukungan seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait.
.
“Kesehatan bukan hanya tugas tim medis, melainkan tanggung jawab bersama. Mulai dari sekolah, instansi keagamaan, PKK, pemerintah desa, hingga bidan desa yang bersentuhan langsung dengan warga,” kata dr. Gunawan.
.
Berikut adalah tiga program unggulan yang menjadi fokus utama dalam rakor tersebut:
-
Aplikasi ‘Si-Dirgahayu’: Inovasi layanan digital untuk transparansi informasi publik. Fiturnya meliputi skrining mandiri, edukasi kesehatan, layanan pengaduan, hingga info capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM). Aplikasi ini juga sudah terhubung dengan Klinisia dan Mobile JKN.
-
Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS): Pemberian imunisasi lanjutan bagi siswa SD untuk mencegah campak, rubela, tetanus, dan difteri dengan memperluan sosialisasi ke sekolah dan madrasah.
-
Tracing TB Terintegrasi CKG: Pelacakan aktif kasus Tuberkulosis di wilayah kerja puskesmas, menempatkan bidan desa dan kader posyandu sebagai ujung tombak pemutus rantai penularan.
Apresiasi tinggi juga datang dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru. Koordinator Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Ardiansyah, SKM, menilai langkah Puskesmas Dirgahayu sangat solutif.
.
“Strategi tracing TB dan peluncuran inovasi digital ini merupakan solusi cerdas untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik,” puji Ardiansyah.
.
Melalui komitmen bersama ini, Puskesmas Dirgahayu berharap target imunisasi anak dapat tercapai optimal, kasus TB dapat ditekan, dan masyarakat bisa menikmati kemudahan layanan kesehatan yang transparan.






