Lampung Barat, Medianasional.id – Di tengah duka yang masih menyelimuti keluarga korban kebakaran di Pekon Hujung, Kecamatan Belalau, Kabupaten Lampung Barat, kepedulian datang dari berbagai penjuru.
Bukan soal besar kecilnya bantuan, tetapi tentang kepedulian yang hadir ketika sebuah keluarga sedang kehilangan tempat berteduh dan harus menata kembali kehidupan setelah musibah.
Keluarga besar pendidikan di Kecamatan Belalau menunjukkan kepeduliannya dengan menghimpun bantuan dari para guru dan murid di sejumlah sekolah di wilayah tersebut untuk kemudian diserahkan kepada keluarga terdampak kebakaran.
Bantuan berupa uang itu diserahkan langsung oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Belalau, Ziyadi, S.Pd., M.M., didampingi sejumlah kepala sekolah yang turut hadir dalam penyerahan bantuan. Jum’at (25/9/2026).
Ziyadi mengatakan, bantuan yang diberikan mungkin tidak seberapa jika dibandingkan dengan kerugian yang dialami keluarga korban. Namun, bantuan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian dan rasa kebersamaan dari keluarga besar pendidikan di Kecamatan Belalau.
“Bantuan ini mungkin tidak seberapa, tetapi ini bentuk keprihatinan dan kepedulian kami terhadap sesama. Terlebih, keluarga yang tertimpa musibah masih merupakan kerabat dekat salah satu rekan seprofesi kami,” kata Ziyadi.
Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban keluarga yang saat ini tengah menghadapi masa sulit.
“Harapan kami, bantuan ini bisa bermanfaat dan sedikit meringankan beban keluarga yang saat ini sedang berduka,” ujarnya.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh salah satu pihak keluarga, Firdaus. Dengan penuh haru, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh guru, murid, kepala sekolah, serta jajaran Korwil Pendidikan Belalau yang telah ikut memberikan perhatian.
Menurut Firdaus, nilai sebuah bantuan bukan semata-mata diukur dari jumlahnya. Di tengah kondisi keluarga yang sedang tertimpa musibah, perhatian dan kepedulian dari orang lain menjadi kekuatan tersendiri.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas bantuan yang diberikan. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, bagi keluarga kami sangat berarti,” ungkap Firdaus.
Ia juga mendoakan seluruh pihak yang telah membantu agar mendapatkan balasan kebaikan dari Allah SWT.
“Semoga ini menjadi amal kebaikan bapak dan ibu semua. Hanya Allah yang nantinya akan membalas semuanya. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih,” sambungnya.
Api Menghanguskan Rumah, Tiga Rumah Lain Terdampak
Musibah kebakaran sebelumnya terjadi di Pekon Hujung pada Minggu, 20 September 2026, sekitar pukul 16.15 WIB.
Kebakaran menghanguskan satu unit rumah milik Untari Wijaya. Sementara tiga rumah lainnya turut terdampak dan mengalami kerusakan, masing-masing milik Hasmi, Haser, dan Artipatua Manulang.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Di tengah kondisi tersebut, bantuan dari berbagai pihak menjadi bagian penting bagi keluarga terdampak untuk kembali bangkit.
Donasi Masih Dibuka
Penggalangan donasi bagi keluarga terdampak hingga kini masih dibuka. Masyarakat dan para dermawan yang ingin membantu dapat menyalurkan bantuan berupa uang tunai, bahan makanan pokok maupun pakaian layak pakai.
Donasi dapat diserahkan langsung ke posko atau diantar ke rumah Alkat Gunawan.
Bantuan juga dapat disalurkan melalui rekening BRI 013001108541505 atas nama Winda Afriyani.
Di balik musibah yang meninggalkan luka, kepedulian yang datang dari banyak tangan menjadi pengingat bahwa keluarga yang sedang berduka tidak berjalan sendirian.
Sedikit bantuan mungkin tidak mampu menghapus seluruh duka. Namun, kepedulian yang diberikan dapat menjadi cahaya kecil bagi mereka untuk kembali menata kehidupan.






