Sedekah Bumi Wujud Nguri – Nguri Budaya Dan Tradisi Lokal

Pekalongan681 Dilihat

Pekalongan – Medianasional.id
Tepatnya pada hari minggu tanggal 28 Juli 2019, masyarakat Desa Dororejo mengadakan acara Selametan Sedekah Bumi, yang mana pada puncak acara tahun ini nampak meriah dan semarak.

Disampaikan Widodo tokoh masyarakat setempat bahwa tradisi budaya Kab Pekalongan, khususnya desa Dororejo, Kecamatan Doro yaitu sedekah bumi dilaksanakan dengan tujuan memohon kepada Allah SWT untuk memberikan keselamatan kepada seluruh warga Desa Dororejo, dan kemudian memohon kepada Allah SWT agar diberikan rejeki yang melimpah ruah khususnya dalam hal pertanian, perdagangan agar mereka yang usaha diberikan keberkahan yang berlimpah,”Terangnya.

Terutamanya kegiatan ini sebagai ajang dan momentum mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan semua komponen masyarakat baik pemuda – pemudi dan seluruh RT, RW yang ada di desa Dororejo tanpa memandang golongan maupun tingkat sosial, bersama -sama berbaur menyemarakan jalannya kegiatan acara.

“Kegiatan ini pada awalnya berjalan satu tahun sekali kadang-kadang dua tahun sekali, namun semenjak tahun 2014 dibawah kepemimpinan Tumirah selaku Kepala Desa Dororejo sampai sekarang kegiatan ini dapat berjalan sukses satu tahun sekali, yang alhamdulillah dalam setiap tahun pelaksanaannya tidak pernah tombok (merugi) sehingga berjalan dengan sukses dan lancar tentunya hal ini berkat antusias masyarakat yang mendukung,” ujarnya.

Pada acara tahun ini, kami juga memberikan dorpres yang sangat luar biasa dimana setiap RT ada hadiah 4 dispenser, dan kemudian 2 RT dapat hadiah kompor gas, dan juga hadiah utama ada salon aktif dan mesin cuci dan masih banyak hadiah lainnya.

“Dan kebetulan tahun ini juga kami akan menanggap wayang, dengan Dalang Aditya, putra asli Dororejo dengan maksud kami mengangkat dan mempromosikan Dalang putra daerah agar lebih dikenal masyarakat luas khususnya Kabupaten Pekalongan dan pada umum Provinsi Jawa Tengah,”jelasnya.

Tambahnya, bahwa penggalangan pendanaan acara kegiatan ini dilaksanakan secara swadaya masyarakat dan juga bantuan dari donatur pengusaha lokal yang ada di desa Dororejo, sehingga berkat antusias dan kebersamaan warga masyarakat pelaksanaan kegiatan sedekah bumi dapat berjalan sukses dan lancar ,” terangnya.

“Lanjutnya, dimana kegiatan ini sebagai langkah perwujudan bentuk nguri -nguri budaya tradisi lokal warisan leluhur yang ada di Kab. Pekalongan, khususnya Desa Dororejo, Kecamatan Doro, dengan harapan agar tetap terjaga dan lestari. Sehingga generasi mendatang dapat mengenal kebudayaan tradisi yang ada, yang pada akhirnya tidak lekang oleh waktu dan zaman,” jelasnya.

Ditambahkan oleh Tumirah Kepala Desa Dororejo mengatakan bahwa kegiatan sedekah bumi tahun ini sangat sukses berkat ijin Allah SWT, dan tentunya serta kebersamaan seluruh komponen masyarakat bahu – membahu antusias mendukung suksesnya pelaksanaan acara sedekah bumi, hal ini sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya leluhur,”Ucapnya.

Ia juga menuturkan bahwa kegiatan dimulai dengan doa bersama masyarakat, tokoh masyarat dan ulama yang dilaksanakan pada sabtu malam, dan acara dilanjutkan dengan syukuran dan doa bersama pada hari Minggu pukul 08.15 WIB, acara dilanjutkan dengan mengarak hasil bumi diiringi dengan musik Dramben, Angklung yang diperagakan oleh putra – putri desa Dororejo. Acara pengarakan hasil bumi dimulai dari balai desa mengelilingi kampung Dororejo dan kembali ke balai desa. Yang selanjutnya masyarakat setempat maupun pengunjung diberkenankan mengambil beragam hasil bumi berupa mentimun, kacang panjang, cabe, pete, dan jambu gajah dsb,”terangnya.

“Dalam kesempatan ini Tumirah Kepala Desa Dororejo menuturkan, bahwa desa Dororejo memiliki komiditi unggulan disektor pertanian yaitu jambu gajah yang sudah bersertifikat nasional dan juga sudah merambah pasar kota pekalongan, dan beberapa kota besar di Jawa Tengah, jambu gajah kami memiliki kualitas rasa yang manis dan besar, dengan kisaran harga perkilo Rp.22.000 – s. d Rp. 25.000.
Dan saat kami juga sudah melakukan budidaya pembibitan pertanian dengan harga jual perpohon Rp. 50.000 dan saat ini penjual bibit pohon sudah merambah pasar beberapa kota besar di jawa tengah,”jelasnya.

Dimana pada acara tahun ini insya Allah akan dihadiri Asip Kholbihi Bupati Pekalongan beserta beberapa Muspida dan Muspicam Kab. Pekalongan, sebagaimana acara pada tahun -tahun sebelumnya yang juga dihadiri Bupati Pekalongan,” tegasnya.

Nasihin (32) tahun warga desa Dororejo menuturkan bahwa dirinya jauh-jauh dari Surabaya ke Pekalongan untuk mengikuti acara selamatan atau ruwatan bumi di kampung halaman, dituturkan bahwa dirinya bersama anaknya telah datang kelokasi pukul 10.00 WIB untuk melihat geliat semarak perayaan acara ruwat bumi,
hal ini sebagai bentuk rasa kecintaan atau hadarbeni terhadap budaya leluhur, sehingga walaupun jauh tidak terasa, Ia juga menambahkan bahwa adanya acara syukuran atau selamatan ini dapat memberikan nilai positive untuk generasi kedepan agar lebih mengenal budaya asli daerahnya,”terangnya. (Sofyan Ari).

Posting Terkait

ADVERTISEMENT
Konten berikut adalah iklan platform MGID, medianasional.id tidak terkait dengan isi konten.

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses