Pekalongan, medianasional.id
Dalam upaya mewujudkan masyarakat yang mandiri, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop-UKM) Kota Pekalongan memberikan sosialisasi dan pelatihan pemasaran online “Klinik Layanan Cyber UMKM” kepada puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Aula Dindahkop-UKM, Kamis (07/11/2019).
Acara ini dibuka langsung oleh Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz yang juga dihadiri oleh Kepala Dindagkop-UKM, Zainul Hakim, Sekretaris Dindakop-UKM, Setiyo Susilo, Kepala Bidang Perdagangan, Sri Haryati, Narasumber dari Praktisi Market Place yakni Khoyim dan Farid, serta 30 peserta yang berasal dari kalangan pelaku UMKM yang ada di Kota Pekalongan.
Disampaikan Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz menyambut baik adanya pelatihan pemasaran online ini yang diharapkan setelah pelatihan ini, para pelaku UMKM dapat mengembangkan dan memasarkan produknya lebih luas lagi jangkauannya,” ujar Saelany.
“kegiatan pelatihan ini akan menjadi agenda rutin yang harus kita support khususnya yang diadakan oleh Dindagkop-UKM mengenai pelatihan pemasaran secara online,” tandasnya. ” Sekarang ini sudah era media online, kita senantiasa memacu, agar disamping mereka bisa memiliki lapak untuk jualan, dan diharapkan mereka juga bisa memasarkan sampai kancah Internasional,” ucap Saelany.
Ditambahkan Saelany, bahwa pelatihan ini selain dapat mengembangkan pemasaran UMKM juga memberikan edukasi internet marketing bagi pelaku UMKM,” tuturnya. “Yang harapnya pula dapat mengangkat produk – produk lokal di Kota Pekalongan ke kancah nasional maupun internasional,” terangnya.
Lanjutnya Saelany, dengan adanya jalur interchange yang ada di Kota Pekalongan memberikan dampak yang positif untuk para pelaku UMKM khususnya pelaku usaha batik dalam mengembangkan usahanya,”ajaknya.
“Dibukanya jalur interchange membawa dampak positif bagi para pelaku UMKM Kota Pekalongan khususnya pelaku usaha batik. Penjualan produk di pasar grosir pemasarannya meningkat 3 kali, ada pelaku usaha batik mengakui yang dapat meraup omset sampai 70 juta dalam satu hari,” ujarnya. “Para pelaku bisnis juga dipacu untuk dapat menggunakan bahasa Inggris karena pemasaran ini tidak hanya di Pekalongan tapi juga di dunia. Ini peluang yang bagus untuk para UMKM,” pintanya.
Dalam kesempatan ini, ketua penyelenggaran sekaligus Kepala Bidang Perdagangan, Sri Haryati menuturkan pelatihan ini merupakan agenda yang rutin diadakan oleh Dindagkop-UKM yang telah dimulai sejak tahun 2018,”katanya.
” Adanya klinik layanan cyber UMKM secara online telah kami mulai sejak tahun 2018, dan layanan ini menggunakan aplikasi android yang dapat diakses oleh semua orang khususnya bagi para pelaku UMKM. Sehingga mereka akan dilatih setiap hari Jumat pada minggu kedua dan keempat. Masing masing pesertanya 30 orang,”ujarnya. ” Dengan total dalam setahun di 2019 ada 300 Pelaku UMKM dengan peserta yang berbeda setiap pertemuannya,” terang Haryati.
Reporter : Anton Sutarko
Editor : Muhammad C Marenta







