Proyek Revitalisasi dengan Mekanisme Swakelola SKB Rantau Panjang Diduga Sarat Penyelewengan

Merangin1460 Dilihat

Merangin, Medianasional.id – Proyek Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran (TA) 2025, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Rantau Panjang kecamatan Tabir kabupaten Merangin menelan anggaran Rp 312.070.000 dengan masa pengerjaan 60 hari kerja, kini menjadi sorotan publik.

Dana Bantuan pemerintah dalam Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2025  Program yang digagas Direktorat Jenderal Pendidikan dilaksanakan melalui mekanisme swakelola dengan pelaksanaan oleh pihak Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), diduga sarat penyelewengan.

Selain ada dugaan modus belanja bahan-bahan material yang kurang berkualitas dalam pembangunan, seperti rangka baja ringan. Ditemukan pula adanya keterlibatan pekerja (pemborong) yang bekerja tanpa mengenakan alat pelindung diri (APD) seperti rompi dan helm.

Seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya saat dikonfirmasi media ini mengaku bahwa dirinya warga sekitaran Merangin dan mengaku khusus mengerjakan bagian atap dek / plafon dan pegecetan bangunan saja.

Kepala SKB Zulfianti ketika dikonfirmasi terkait proyek tersebut mengatakan kepada awak media untuk langsung konfirmasi ke Kasi Sapras Dinas Pendidikan kabupaten Merangin.

Di tempat terpisah, Kasi Sapras Dinas Pendidikan Merangin, Zuhdi mengatakan bahwa permasalahan rehabilitasi SKB itu langsung melalui kepala sekolah.

Dari hasil konfirmasi antara kepala sekolah dan kasi Sapras Merangin yang saling melempar, kedua pihak tidak memberikan jawaban yang pasti, semakin kuat dugaan terkait rehabilitasi SKB tersebut adanya oknum yang bermain pada proyek Dana Revitalisasi ini.

Terlihat baja ringan yang dirangkai untuk bagian atap bangunan sangat tipis, sehingga terlihat reyot dan kurang kuat dan pengecatan hanya ditimpa tanpa diplamer. Selain itu para pekerja tak seorangpun menggunakan alat pelindung diri (APD) dalam bekerja.

Padahal APD itu wajib dipakai saat bekerja demi menjaga keselamatan mereka.

Sebagai sosial control sekaligus aktifis pemerhati pembangunan awak media dan tokoh mahasiswa terpanggil untuk ikut serta dalam mengawal amanah dana bantuan pemerintah ini, agar dalam pelaksanaan proyek revitalisasi berjalan sesuai spesifikasi yang diharapkan.

“Kami berharap pembangunan ini, menghasilkan bangunan sekolah yang kuat, kokoh dan bisa bertahan lama, sehingga hasil pembangunan ini benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh peserta didik. Hal ini mengingat, Pendidikan adalah pondasi dari suatu peradaban bangsa. Kami sebagai bagian dari elemen bangsa yang peduli terhadap pendidikan, mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga dan mengawasi jalannya proyek revitalisasi yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar tidak terjadi penyelewengan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Tidak boleh ada kompromi terhadap praktik korupsi, agar program pendidikan bermutu dan berkualitas yang menjadi cita-cita bangsa, bisa terwujud dengan baik,” ujar seorang mahasiswa setempat.

Sementara sampai berita ini diterbitkan Kepsek SKB Rantau Panjang Merangin belum berhasil ditemui untuk dikonfirmasi.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses