Proyek Peningkatan Jaringan Irigasi di Desa Kutosari Kecamatan Doro Diduga Disunat Kepala Desa

Pekalongan1036 Dilihat

Pekalonga – Medianasional id

proyek irigasi di desa kutosari kec.doro
kab. pekalongan penuh dengan ke janggalan dari mulai proses pengajuan dan sampai ke penyusunan RAB.
kami selaku media mencoba menelusuri pekerjaan proyek tersebut dan kamipun mendapati adanya beberapa temuan
dari mulai pasir muntilan yang dioplos pasir lokal dan beberapa batu blondos. terangnya.

“kami pun menemui sunoto selaku kepala desa kutosari dan sekaligus penanggung jawab anggaran, beliau mengakui adanya pencampuran pasir muntilan dan pasir lokal ( kali ) namun beliu juga mengatakan bahwa pasir tersebut tidak jadi di gunakan dan langsung di angkut lagi di pindahkan dari lokasi pekerjaan ke bundes namun demikian memang ada sebagian yang sudah di gunakan. dan itupun yang menggunakan pasir lokal sudah di bongkar kurang lebihnya sekitar 10 m.
ungkap sunoto ( kades ) Kutosari
Tandasnya.

“namun kami tidak berhenti sampai di situ kami juga menanyakan tentang adanya batu blondos dia juga mengiyakan, dan beliau katakan kalau soal batu blondos dalam satu mobilpun paling hanya 5
itu pun kecil kecil. Ungkap kades sunoto.

kejanggalan yang lain dalam papan tranparasi tidak tertera volume pekerjaan panjang dan tingginya.
dan ketika di tanya soal volume yang di kerjakan sunoto ( kades ) agak sidikit gagap /gugup beliau pun memgatakan kalau soal folume jujur saja RAB itu baru di susun setelah dana cair. kami pun bertanya kok bisa dana sudah cair (RAB) baru di susun? sunoto mengatakan kalau soal itu tanya aja kepada PSDA propinsi. Kesemarang saja. Ucap sunoto Cetusnya.

Yang lebih janggal lagi sunoto (kades) kutosari menitipkan uang kepada prangkat desanya yang bernama usnul untuk di berikan kepada kami senilai 500rb. dan kami pun bertanya, ini uang apa buk ? ia memgatan pada kami gak tau pak .saya cuma di titipin suruh ngasih ke bapak.
Kami pun menolak uang tersebut.
dan ketika kami konfirmasi ke kades pun tidak di jawab.

Dan selaku ketua kelompok tani pun selaku panitia,
ketika kami konfirmasi tidak tau menau
saya hanya atas nama tok mas semuanya di handle pak lurah semua . tuturnya

“Dan kamipun menyimpulkan memang benar proyek tersebut di duga banyak pelanggaran. dan dengan sengaja ingin berusa menyuap media. agar kami pihak media bisa tutup mulut.

Reporter: (Subandi)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses